Oleh M. Syahran W. Lubis
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG syahranlubis02
Indonesiadaily.net – Mulai 1 Juli menjelang tengah malam WIB hingga 2 Juli pagi WIB terdapat tiga pertandingan seru di fase 32 besar. Pada 1 Juli mulai pk. 23.00 Inggris melawan Republik Demokratik Kongo, dilanjutkan 2 Juli mulai pk. 03.00 Belgia vs Senegal dan pk. 07.00 Amerika Serikat vs Bosnia-Herzegovina.
Laga Inggris vs RD Kongo di Stadion Mercedes-Benz di Atlanta, Amerika Serikat, akan dipimpin wasit Yordania Adham Makhadmeh. Pemenangnya bertemu Meksiko di Stadion Azteca di Mexico City, Meksiko, pada 6 Juli mulai pk. 07.00 WIB.
Inggris, yang ditangani pelatih asal Jerman Thomas Tuchel, berupaya membangun momentum dari kampanye babak grup yang menghasilkan 7 poin, 6 gol, dan hanya kebobolan 2 gol.
Kedua tim belum pernah bertemu di level mana pun, dan wakil Afrika berjuluk Leopards lolos pertama kali ke babak knock out setelah pada Piala Dunia 1974, ketika bernama Zaire, selalu kalah di tiga laga grup, termasuk dikunyah habis Yugoslavia 0–9, salah satu dari tiga rekor kekalahan terbesar sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia.
Inggris membuka Piala Dunia kali ini dengan menang 4–2 atas Kroasia di mana Harry Kane mencetak 2 gol, sementara Jude Bellingham dan Marcus Rashford juga mencetak gol dalam pertandingan yang menunjukkan kedalaman serangan yang dimiliki Tuchel, tetapi juga mengungkap kerentanan pertahanan yang dieksploitasi Kroasia sehingga kemasukan 2 gol.
Hasil imbang tanpa gol lawan Ghana di pertandingan berikutnya lebih mengkhawatirkan, dengan Three Lions melepaskan 19 tembakan, tetapi hanya tiga yang tepat sasaran, cerminan kesulitan mereka mengubah dominasi menjadi gol melawan pertahanan rapat seperti yang hampir pasti akan mereka hadapi di depan gawang RD Kongo.
Dalam pertandingan ketiga fase grup melawan Panama, Tuchel melakukan lima perubahan pada susunan pemainnya, memasukkan Bukayo Saka, Rashford, Morgan Rogers, Jarell Quansah, dan Nico O’Reilly, dengan Declan Rice dan Reece James diistirahatkan.
Walaupun mencatatkan sembilan tembakan sepanjang babak pertama, dengan hanya dua yang tepat sasaran, Inggris gagal mencetak gol, tetapi beruntung akhirnya memecah kebuntuan setelah jeda ketika Bellingham memanfaatkan sepak pojok Saka pada menit ke-62 dan memasok assist 5 menit kemudian dengan umpan silang untuk Kane yang lantas menyundul bola masuk ke gawang dan memastikan kemenangan 2–0.
Gol itu membawa Kane mencetak 11 gol di putaran final Piala Dunia dan melewati Gary Lineker sebagai top skor sepanjang masa negara itu di Piala Dunia.
Tuchel telah memenangi 10 dan seri satu dari 11
pertandingan kompetitifnya sejak menangani Inggris pada Januari 2025 dan dia akan berusaha memimpin Three Lions meraih kemenangan berikutnya saat mereka berburu trofi Piala Dunia kedua setelah 1966.
Sementara itu, RD Kongo telah menunjukkan kebangkitan dari level 1974 ketika mereka kebobolan 14 gol tanpa mencetak sebiji gol pun.
Bagaimanapun, Inggris tak boleh meremehkan RD Kongo, sebab tim asuhan Sebastien Desabre lolos ke Piala Dunia dengan menyingkirkan Nigeria lewat adu penalti di kualifikasi Afrika dan Jamaika di play-off antarbenua, dan kembalinya RD Kongo ke kompetisi terbesar ini membuat mereka menulis sejarah baru setelah melalui babak grup yang mengesankan termasuk menahan imbang Portugal.
Yoane Wissa mencetak gol pertama RD Kongo di Piala Dunia dalam hasil imbang 1–1 melawan Portugal, sebelum kalah 0–1 dari Kolombia membuat kualifikasi belum pasti, namun kemenangan comeback 3–1 atas Uzbekistan, dengan penyerang Newcastle United itu mencetak 2 gol, memastikan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Desabre, warga Prancis, telah mencatatkan 25 clean sheet dalam 51 pertandingan sebagai pelatih RD Kongo, dengan tingkat keberhasilan sekitar 50 persen dan di turnamen ini dia menggunakan formasi lima bek untuk menahan lawan yang lebih unggul kualitas sambil mengandalkan transisi cepat sebagai senjata utama serangan mereka.
Dalam kondisi baik-baik saja, meskipun tak mudah, sewajarnya Inggris memetik kemenangan dalam pertandingan ini untuk jumpa Meksiko di 16 besar.
Belgia vs Senegal
Belgia memulai turnamen ini dengan hasil meragukan ketika dipaksa Mesir 1–1 dan Iran 0–0 di Grup G sebelum melumat Selandia Baru 5–1 yang membuat tim asuhan pelatih asal Prancis Rudi Garcia juara grup.
Sementara itu, Senegal lolos ke 32 besar sebagai peringkat ketiga Grup I di bawah Prancis dan Norwegia. Senegal menelan kekalahan dari Prancis 1–3 dan dari Norwegia 2–3, tetapi bisa lolos ke babak gugur setelah di laga terakhir melumat Irak 5–0.
Melihat perjakanan kedua tim di tiga pertandingan fase grup, Belgia layak diprediksi memenangi pertandingan di Lumen Field di Seattle, AS, yang dipimpin pengadil asal Honduras Said Martinez. Namun, melihat penampilan yang labil di fase grup, boleh jadi kemenangan Belgia atas RD Kongo tidak diraih dengan mudah.
Amerika Serikat vs Bosnia-Herzegovina
Pertandingan ini digelar di Stadion Levi’s di Santa Clara, California, dan dipimpin wasit Raphael Claus (Brasil). AS lolos ke fase gugur sebagai juara Grup D, sedangkan Bosnia-Herzegovina peringkat ketiga Grup B di bawah Swiss dan Kanada.
AS tentu diuntungkan sebagai tuan rumah. Pasukan besutan pelatih asal Argentina Mauricio Pochettino itu juga diuntungkan justru setelah dikalahkan Turki 2–3 dalam pertandingan terakhir fase grup.
Kekalahan itu dapat disebut menguntungkan karena akan meningkatkan kewaspadaan Timothy Ream dan kawan-kawan serta memberi pengalaman menghadapi tim yang karakternya mirip dengan Bosnia-Herzegovina.
Turki dan Bosnia-Herzegovina sama-sama memiliki semangat dan nyali pantang menyerah. Sikap keras kepala itu ditunjukkan Edin Dzeko dan kawan-kawan sepanjang kualifikasi hingga berhasil menyingkirkan juara dunia empat kali Italia.
Jadi, menjadi tuan rumah dan didukung gegap gempita suporter bukan jaminan bagi AS bisa gampang menekuk Bosnia-Herzegovina, yang tentu tak ingin sekadar lolos ke fase knock out setelah di Piala Dunia 2014 finis di grup.
Pertandingan sangat mungkin berjalan ketat dan Bosnia-Herzegovina akan menunjukkan perlawanan hebat walaupun kemenangan lebih condong milik tuan rumah.
Pemenang pertandingan AS vs Bosnia dijadwalkan bertemu dengan pemenang Belgia vs Senegal di 16 besar di Lumen Field pada 7 Juli mulai pk. 07.00 WIB.(*)






