Indonesiadaily.net — Momen pelepasan siswa kelas 6 SDN Kebon Pedes 1 (Bondes) Kota Bogor tahun ini terasa berbeda. Sebanyak 110 pelajar yang dinyatakan lulus tidak hanya menerima Surat Keterangan Tanda Kelulusan (SKTL), tetapi juga merayakan peluncuran buku Antologi Puisi Siswa (APS) perdana mereka yang bertajuk Pelangi Kenangan di Sekolah, pada Selasa (2/6/2026).
Acara yang digelar di area sekolah ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bogor, Dinas Perpustakaan dan Arsip, pengawas sekolah, komite, serta para wali murid.
Kepala Bidang SD Disdik Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, memberikan pujian tinggi atas kreativitas para lulusan tersebut.
Menurutnya, tradisi membaca dan menulis yang ditanamkan sejak dini merupakan modal utama dalam membangun kemampuan berpikir kritis anak.
”Membaca itu seperti menyerap nutrisi ilmu, sedangkan menulis adalah cara mengolah dan melahirkan pemikiran baru. Keduanya saling melengkapi untuk mengasah ketajaman analisis siswa,” ujar Asep.
Asep juga menambahkan bahwa karya tulis memiliki kekuatan besar untuk mengubah peradaban. Ia mencontohkan buku legendaris RA Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang, yang mampu mendobrak stigma dan mengubah cara pandang dunia terhadap emansipasi wanita.
Ia berharap buku karya siswa SDN Bondes 1 ini menjadi langkah awal mereka untuk ikut mewarnai dunia lewat tulisan.
Di sisi lain, Kepala SDN Bondes 1, Mustika Ningsih, menceritakan bahwa antologi puisi ini lahir dari pemanfaatan waktu di sela-sela ujian praktik Bahasa Indonesia.
Menariknya, seluruh materi puisi dalam buku tersebut berhasil dirampungkan oleh para siswa hanya dalam waktu dua hari.
Sebagai seorang kepala sekolah yang juga aktif menulis, Mustika mengaku tertantang untuk menularkan kegemaran literasi ini kepada anak didik dan rekan sejawatnya di sekolah.
”Hasil karya anak-anak langsung kami himpun. Harapan saya, hobi positif ini tidak berhenti di sini saja, melainkan terus berlanjut hingga mereka dewasa. Semoga pengalaman ini membekas dan memicu semangat mereka untuk terus berkarya,” pungkas Mustika.***
Penulis : Ibnu Galansa






