Oleh M. Syahran W. Lubis, Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta _Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi _ dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG syahranlubis02
Indonesiadaily.net – Tuntas sudah rangkaian pertandingan fase grup Piala Dunia 2026. Hasilnya cukup mengecewakan bagi bangsa-bangsa Asia. Dari delapan negara Asia yang bertarung di hajatan ini, hanya Jepang yang berhasil melaju ke 32 besar, tetapi sayangnya, langsung jumpa Brasil sang juara dunia lima kali.
Sebaliknya bangsa-bangsa Afrika mampu menunjukkan bahwa mereka pantas mendapatkan penghormatan. Dari 10 tim kontestan, hanya Tunisia yang gagal melaju ke fase knock out.
Berikut jadwal lengkap 16 pertandingan 32 besar (WIB):
29 Juni pk. 02.00 Afrika Selatan vs Kanada
30 Juni pk. 00:00 Brasil vs Jepang
30 Juni pk. 03.30 Jerman vs Paraguai
30 Juni pk. 08.00 Belanda vs Maroko
01 Juli pk. 00.00 Pantai Gading vs Norwegia
01 Juli pk. 04.00 Prancis vs Swedia
01 Juli pk. 08.00 Meksiko vs Ekuador
01 Juli pk. 23.00 Inggris vs Republik Demokratik Kongo
02 Juli pk. 03.00 Belgia vs Senegal
02 Juli pk. 07.00 Amerika Serikat vs Bosnia-Herzegovina
03 Juli pk. 02.00 Spanyol vs Austria
03 Juli pk. 06.00 Portugal vs Kroasia
03 Juli pk. 10.00 Swiss vs Aljazair
04 Juli pk. 01.00 Australia vs Mesir
04 Juli pk. 05.00 Argentina vs Tanjung Verde
04 Juli pk. 08.30 Kolombia vs Ghana
Dari 16 pertandingan di atas, yang paling mencuri perhatian tentu perjuangan Jepang sebagai satu-satunya wakil Asia yang tersisa melawan Brasil serta Argentina vs Tanjung Verde.
Menarik ditunggu, setelah tampil hebat di fase grup, apakah Jepang dan Tanjung Verde mampu terus bertahan di perhelatan akbar ini ketika harus meladeni dua tim raksasa Amerika Selatan tersebut.
Juara Grup C Brasil akan bertemu Jepang di Stadion NRG di Houston untuk memperebutkan tempat di babak 16 besar, dan meskipun Brasil adalah favorit, meremehkan Jepang akan menjadi kesalahan.
Brasil asuhan Carlo Ancelotti datang dengan kemenangan masing-masing dengan skor telak 3–0 atas Haiti dan Skotlandia yang merupakan salah satu penampilan paling mengesankan di babak penyisihan grup.
Jepang lolos dari Grup F sebagai runner-up, bermain apik dan terorganisir dengan baik, dan penampilan mereka melawan Belanda memperlihatkan mereka mampu bersaing dengan tim-tim kuat mana pun.
Jadi, Jepang seharusnya mampu memberikan perlawanan sengit di hadapan Brasil. Ini bisa menjadi pertandingan ketat dan seimbang di mana Jepang dapat bertahan, dan mereka memiliki organisasi dan kualitas transisi untuk menghukum Brasil jika Selecao lengah di lini belakang.
Lini belakang Brasil dan Vinicius Junior di depan masih menjadikan Brasil favorit daripada Jepang, tetapi kemenangan mudah tampaknya tidak mungkin terjadi.
Sementara itu, pertandingan Argentina vs Tanjung Verde bisa digambarkan sebagai beradunya kehebatan Lionel Messi di sisi skuat Tango dengan tembok besar di bawah mistar gawang Hiu Biru bernama Vozinha alias Josimar Jose Evora Dias.
Penjaga gawang berusia 40 tahun itu telah menunjukkan kehebatannya sehingga Tanjung Verde berhasil menahan imbang dua juara dunia, Spanyol dan Uruguai, serta juga memperlakukan hal serupa terhadap Arab Saudi.
Cukup tiga kali imbang, tak perlu menang, tetapi tim debutan wakil Afrika itu langsung lolos ke 32 besar di tengah sejumlah tim lain yang berulang kali lolos ke putaran final Piala Dunia tapi selalu kandas di fase grup seperti Skotlandia, Tunisia, Iran, atau Selandia Baru.
Beberapa pertandingan yang jelas jangan terlewatkan untuk disaksikan antara lain Inggris vs Republik Demokratik Kongo, Spanyol vs Austria, dan Portugal vs Kroasia.
Bagi saya, bukan hanya pertandingan tim-tim yang secara tradisional merupakan kekuatan sepak bola dunia yang penampilannya layak dinantikan, tetapi juga tim-tim yang awalnya tidak dihitung, tetapi ternyata di perjalanan mampu menunjukkan bahwa mereka layak dihormati. Dari tim-tim demikian kita bisa belajar mengenai kebangkitan.(*)





