Indonesiadaily.net – Anggota DPD RI daerah pemilihan Kepulauan Riau, Ismet Abdullah, menggelar reses di kediaman Udin Teralis alias Udin Natuna, Kelurahan Tanjung Uban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, ketua RT/RW, pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan di Bintan Utara.
Dalam forum tersebut, Ketua Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara, Syamsuddin AT, menyampaikan aspirasi terkait dugaan keberadaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di kawasan Pertamina Tanjung Uban.
Syamsuddin menegaskan bahwa limbah B3 tersebut benar-benar ada dan telah tertimbun sejak era STANVAC pada tahun 1930-an.
“Saya sampaikan di depan Bapak Ismet dan para tokoh, limbah B3 di dalam kawasan Pertamina Tanjung Uban itu benar-benar ada. Sudah ada sejak era STANVAC 1930-an. Volumenya ribuan ton. Saya berani mempertanggungjawabkan ucapan ini,” tegas Syamsuddin.
Ia juga menyatakan kesiapan Aliansi untuk mendampingi Ismet Abdullah dan tim apabila ingin meninjau langsung lokasi limbah tersebut.
“Silakan Bapak Ismet turun. Kami siap mendampingi agar jelas bahwa ini bukan isu, melainkan fakta di lapangan yang menunggu penyelesaian,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Syamsuddin kembali mendesak Pertamina dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan agar segera menuntaskan proses tender pengangkutan limbah B3 bernomor UM-001/PET530/2024-SO.
Menurutnya, tender tersebut telah dibuka sejak 30 Oktober 2024, namun hingga Mei 2026 belum ada kepastian terkait jadwal pemindahan limbah.
“Warga pesisir sudah terlalu lama menunggu. Limbah ini berada dekat permukiman dan wilayah tangkap nelayan. Kami meminta Bapak Ismet menggunakan kewenangannya di DPD RI untuk mendorong Pertamina dan Kementerian BUMN agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ismet Abdullah menyatakan akan menindaklanjuti persoalan itu kepada kementerian terkait, termasuk Kementerian BUMN dan Kementerian Lingkungan Hidup.
“Soal limbah B3 ini saya catat karena menyangkut keselamatan warga. Saya akan memanggil pihak Pertamina dan meminta penjelasan resmi terkait tender tersebut. Jika diperlukan, kita akan meninjau langsung ke lokasi,” ujar Ismet.
Sementara itu, Udin Teralis selaku tuan rumah mengapresiasi kehadiran Ismet Abdullah dan keterbukaan dalam menyerap aspirasi masyarakat.
“Alhamdulillah Pak Ismet mau mendengarkan langsung keluhan warga. Harapan kami, persoalan limbah ini benar-benar dibawa ke pusat agar segera ada penyelesaian,” katanya.
Kegiatan reses ditutup dengan dialog bersama warga dan sesi foto bersama. Syamsuddin AT menegaskan bahwa Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara akan terus mengawal persoalan limbah B3 hingga ada kepastian pengangkutan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Pertamina Tanjung Uban dan DLH Kabupaten Bintan belum memberikan keterangan resmi terkait desakan yang disampaikan dalam reses tersebut.(*)






