Indonesiadaily.net – Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah KH. Ma’ruf Amin resmi melantik jajaran pengurus baru MES periode 2026–2031 atau 1447–1452 H di Jakarta, Minggu (24/5). Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan kalangan akademisi.
Dalam struktur kepengurusan baru, Menteri Koperasi Ferry Juliantono ditetapkan sebagai Ketua Harian MES mendampingi Ketua Umum MES Rosan P. Roeslani yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi serta CEO Danantara.
Acara pelantikan turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Frederica Widyasari, Ketua Dewan Pakar PP MES Adi Hidayat, Ketua Dewan Pembina PP MES Muliawan D. Hadad, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, serta sejumlah pejabat kementerian/lembaga dan akademisi ekonomi syariah nasional.
Ferry Juliantono menegaskan, kepengurusan baru MES akan berperan aktif membantu pelaku usaha menghadapi berbagai hambatan perizinan serta memberikan pendampingan kepada UMKM dan koperasi dalam mengembangkan bisnis berbasis syariah.
MES hadir bukan hanya sebagai forum wacana, tetapi sebagai instrumen operasional yang memberi dampak nyata. Kami akan memastikan UMKM, koperasi, dan industri halal mendapat dukungan penuh dari ekosistem syariah,” ujar Ferry.
Pelantikan pengurus baru MES mengusung tema “Mewujudkan Kepemimpinan Kolaboratif untuk Ekonomi Syariah yang Berdaya Saing dan Berdampak Luas”. Tema tersebut menegaskan komitmen MES dalam memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan guna mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, MES juga akan memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk melakukan kajian, penelitian, serta pengembangan konsep ekonomi syariah yang dapat diterapkan secara langsung di masyarakat.
Ferry menambahkan, pengembangan ekonomi syariah harus lebih berfokus pada sektor riil, khususnya melalui penguatan koperasi desa sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Dengan kepengurusan baru tersebut, MES diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia.(*)






