Kepala BPOM Tutup Kunjungan Kerja di Makassar dengan Dialog Pendidikan di UNM

 

Indonesiadaily.net – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Kota Makassar dengan menghadiri kegiatan dialog bersama pimpinan dan tenaga pendidik Universitas Negeri Makassar (UNM). Pertemuan tersebut dikemas dalam kegiatan “Ngopi” atau Ngobrol Pendidikan yang berlangsung dalam suasana Ramadan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM Farida Patittingi, jajaran wakil rektor, serta para dekan dari berbagai fakultas di lingkungan kampus tersebut. Dalam kesempatan itu, Taruna Ikrar menyampaikan ceramah singkat menjelang waktu berbuka puasa dengan tema “Puasa Ramadan dari Perspektif Neuroscience Leadership.”

Dalam pemaparannya, Taruna Ikrar mengawali dengan mengutip QS. Al-Baqarah ayat 30 yang membahas tentang penunjukan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Ia menjelaskan bahwa secara biologis manusia memiliki keunggulan dibandingkan makhluk lain, terutama dari sisi struktur dan kemampuan otak.

Menurutnya, manusia memiliki sekitar 180 miliar sel saraf yang masing-masing memiliki ribuan percabangan dendritik dan membentuk triliunan sinapsis. Jaringan saraf inilah yang memungkinkan manusia memiliki kemampuan berpikir, mengingat, serta melahirkan gagasan dan inisiatif.

“Sinapsis menjadi sumber munculnya memori, ide, dan berbagai bentuk kreativitas. Struktur sinapsis pada setiap manusia berbeda, tetapi kita memiliki kesamaan dalam memaknai nilai baik dan buruk. Hal ini yang kemudian memengaruhi tindakan dan keputusan kita,” ujar Taruna.

Ia menambahkan bahwa kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan manusia dipercaya sebagai khalifah atau pemimpin di bumi. Menurutnya, kepemimpinan bukan hanya berlaku dalam lingkup organisasi, tetapi juga dalam kehidupan pribadi sehari-hari.

Taruna juga mengingatkan bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas keputusan yang diambil selama menjalani perannya sebagai khalifah. Karena itu, menjaga kesehatan otak menjadi hal penting agar seseorang mampu menghasilkan keputusan yang bijak.

Dalam konteks ini, ia menilai puasa Ramadan memiliki manfaat tidak hanya secara spiritual, tetapi juga bagi kesehatan otak. Berpuasa dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan antara fungsi otak dan nurani.

“Dengan berpuasa, terjadi keseimbangan antara otak dan hati nurani. Inilah yang melahirkan kepemimpinan yang sehat menurut prinsip neuroscience modern,” jelasnya.

Lebih lanjut, Taruna Ikrar juga menyinggung upaya transformasi yang tengah dilakukan BPOM dalam mendorong kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah. Konsep yang dikenal dengan kolaborasi academia-business-government (ABG) ini dinilai penting untuk memperkuat inovasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menilai industri obat dan makanan yang berada dalam pengawasan BPOM umumnya telah memiliki fasilitas produksi dan modal yang memadai. Namun, masih diperlukan dukungan inovasi yang dapat diperoleh dari kalangan akademisi.

“Perguruan tinggi merupakan sumber inovasi yang sangat besar. Melalui kolaborasi antara akademisi, bisnis, dan pemerintah, kita dapat membangun hubungan yang kuat untuk mempercepat pengembangan industri sekaligus mendukung perekonomian nasional,” ujarnya.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antara Taruna Ikrar dan para peserta dialog. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan secara singkat mengenai tugas BPOM dalam pengawasan obat dan makanan serta sejarah berdirinya lembaga tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Taruna Ikrar turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak UNM dan PT Nose Herbal Indo. Kerja sama ini berkaitan dengan transfer teknologi penyediaan air minum yang lebih sehat melalui pengaturan tingkat keasaman (pH) serta riset pemanfaatan bahan alam.

Plt. Rektor UNM Farida Patittingi mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong optimalisasi hilirisasi hasil penelitian yang dikembangkan di lingkungan kampus.
Menurutnya, UNM sebelumnya telah memproduksi air minum kemasan, namun pengembangannya belum berjalan maksimal. Melalui kerja sama dengan pihak industri, ia berharap produk tersebut dapat dikembangkan lebih luas.

“Dengan MoU ini kami ingin memaksimalkan pengembangan produk yang sudah ada, termasuk kemungkinan pengembangan produk lainnya di masa depan,” kata Farida.

Ia juga mengungkapkan bahwa UNM saat ini menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi lain melalui pembentukan konsorsium riset. Salah satunya dengan Universitas Hasanuddin yang sebelumnya juga menandatangani kerja sama serupa dengan PT Nose Herbal Indo.

Menurut Farida, kolaborasi tersebut bertujuan mempercepat proses hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat.

“Kami ingin bergerak bersama agar proses hilirisasi riset bisa lebih cepat. Dukungan dan arahan dari BPOM tentu sangat kami harapkan untuk mendukung program pendidikan dan penelitian yang sedang kami jalankan,” ujarnya.

Kegiatan dialog tersebut sekaligus menjadi penutup agenda kunjungan kerja Kepala BPOM di Makassar yang diisi dengan berbagai pertemuan bersama pemangku kepentingan di bidang kesehatan, pendidikan, dan industri.

Penulis: A Usman Tobias

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *