Indonesiadaily.net – Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, mengungkapkan bahwa hubungan kerjanya dengan Gubernur Hidayat Arsani tidak berjalan harmonis sejak awal masa jabatan mereka.
“Dari hari pertama sebenarnya sudah agak sulit berkomunikasi. Tidak seperti saat masa kampanye, kami bahkan sempat berkomunikasi setiap hari lewat telepon dan video call,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor UPT PU Babel, Jalan Ahmad Yani, Tanjungpandan.
Menurut Hellyana, ketidakharmonisan itu berdampak langsung pada pelaksanaan tugasnya sebagai wakil gubernur. Ia mengaku merasa perannya mulai dilemahkan dan dijauhkan dari lingkungan kerja.
“Satu per satu orang di sekitar saya mulai menjauh. Saya merasa sendiri, dan mulai dipotong-potong dari akses dan kewenangan,” tuturnya.
Meskipun demikian, Hellyana menegaskan bahwa dirinya tetap berusaha menjaga komunikasi dengan gubernur demi menjaga situasi tetap kondusif di mata publik.
“Secara pribadi saya tetap mencoba berkomunikasi dengan baik. Tapi saya sempat menyampaikan keberatan atas surat edaran yang menurut saya bertentangan dengan Peraturan Gubernur. Surat edaran bukan produk hukum,” jelasnya.
Hellyana juga menyoroti sulitnya menjalin komunikasi dengan Sekretaris Daerah serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Saya kesulitan menghubungi Sekda dan kepala OPD. Mereka seakan menjauh dan terkesan takut berinteraksi dengan saya. Padahal, sebagai wakil gubernur, saya adalah atasan mereka dalam struktur pemerintahan,” katanya.
Atas kondisi ini, Hellyana telah bersurat kepada DPRD Provinsi Bangka Belitung untuk menyampaikan keluhannya secara resmi. Ia juga berencana membawa persoalan ini ke Kementerian Dalam Negeri.
“Saya sudah bersurat ke DPRD Babel dan akan melaporkan ke Mendagri. Namun untuk saat ini, saya informasikan kepada masyarakat agar tahu kondisi sebenarnya,” pungkasnya.(*)






