Waspada Hujan Lebat Selama Ramadhan, Tirta Kahuripan Optimal Berikan Pelayanan

Indonesiadaily.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kabupaten Bogor untuk lebih berhati-hati menghadapi potensi cuaca ekstrim dalam beberapa hari ke depan.  Akibat cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Bogor dengan intensitas hujan yang tinggi tentu mempengaruhi pelayanan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dalam memproduksi air bersih.

Bacaan Lainnya

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad mengatakan intensitas hujan tinggi menyebabkan banjir di sumber-sumber air baku Tirta Kahuripan yang berasal dari Sungai Ciliwung, Sungai Cikeas, Sungai Cimanceuri, dan Sungai Cidurian.

“Sehingga kami tidak bisa memproduksi air bersih dikarenakan terbawanya material lumpur serta sampah pada arus sungai,” ujarnya.

Dirinya memaparkan wilayah yang terdampak khususnya di seluruh pelanggan Cabang Pelayanan Cibinong dan Babakan Madang, kemudian ada sebagian pelanggan yang terdampak di Cabang Pelayanan Parung Panjang, Jonggol, dan Kemang.

“Maka dari itu kepada pelanggan kami mohon maaf atas gangguan yang terjadi. Bertepatan di Bulan Ramadhan kami juga memahami, karena pada momentum ini kebutuhan air bersih pada pelanggan jauh lebih tinggi dibanding biasanya, ” tambahnya.

Pihaknya juga akan mengerahkan armada truk tangki untuk bantuan air bersih bagi pelanggan yang terdampak sebagai bentuk komitmen dalam pelayanan air bersih.

“Bagi pelanggan yang membutuhkan bantuan air bersih silahkan menghubungi kami di nomor 1500862 untuk call center, 082119969008 untuk whatsapp, dan bisa DM akun Instagram kami @perumdaairminumtirtakahuripan” tangkasnya.

Selain itu pihaknya melakukan kegiatan mitigasi khususnya di Hulu Sungai Ciliwung, dengan hasil sebagai berikut :
1.     Hulu Sungai Ciliwung yaitu Telaga Saat dan diketahui kondisi normal
2.     Diketahui telah terjadi longsor di belakang Mesjid At-Ta’awun Puncak dan masuk ke aliran Sungai Ciliwung
3.     Telah terjadi bencana banjir bandang dan bencana longsor di Kampung Pensiunan Tugu Utara, Kecamatan Cisarua
4.     Hal-hal yang terjadi pada point 2 dan 3 diatas mengakibatkan material longsoran yang masuk ke aliran Sungai Ciliwung sehingga Tingkat kekeruhan/NTU Sungai Ciliwung sangat tinggi, dan menyulitkan proses produksi.

Abdul Somad menjelaskan pihaknya juga akan sesegera mungkin lakukan normalisasi pengaliran.

“Jika tingkat kekeruhan sumber air kami sudah kembali normal, kami juga  menghimbau kepada seluruh warga untuk tidak membuang sampah di aliran sungai. Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk selalu berdoa agar bencana yang menimpa segera berlalu sehingga proses produksi air bersih untuk pelanggan Perumda Air  Minum Tirta Kahuripan dapat lancar kembali,” tutupnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *