SMA Muhammadiyah 4 Surabaya Terapkan P5 Kurikulum Merdeka Melalui Cara Kreatif dan Kolaboratif

Para siswa SMA Muhammadiyah 4 Surabaya saat membacakan puisi.(Lau/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net – Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau di singkat P5  kurikulum merdeka merupakan salah satu upaya penting untuk membentuk karakter siswa yang sesuai dengan nilai nilai pancasila. Nilai – nilai pembelajaran seperti anti bullying, mandiri, gotong royong dikuatkan kembali.

Bacaan Lainnya

Dengan mengangkat tema ‘Bangunlah Jiwa dan Raganya’ penerapan P5 di SMA muhammadiyah 4 Surabaya di lakukan dengan kreatif. Kolaborasi yang sangat bagus antara kelas 10 ,11 serta 12 menghasilkan karya yang mudah di mengerti. Pesan yang disampaikan dalam tampilan di sekolah SMA muhammadiyah 4 Surabaya yaitu mengenai kasus yang saat ini sedang berkembang di masyarakat yaitu bullying.

Menurut Zainal Arifin, selaku Kepala sekolah SMA Muhammadiyah 4 Surabaya mengatakan dalam tema bangunlah jiwa dan raganya, harapannya para siswa mampu memahami kasus seperti bullying dan dampaknya.

“Dengan tema yang diangkat pada P5 saat ini yaitu bangunlah jiwa dan raganya
. Diharapkan anak-anak bisa mengeksplore tentang apa itu bullying, penyebabnya apa, dampak serta cara mengatasinya bagaimana. Di sini siswa sudah punya imajinasi menurut dunianya jadi tinggal mengarahkan saja ,” ujarnya.

Ia juga menambahkan pendekatan yang berbeda dan kreatif akan membawa individu siswa menjadi kritis, berjiwa sosial dan mempunyai akhlak mulia.

“Dengan pendekatan projek yang kreatif dan kolaboratif siswa tidak hanya belajar secara akademik tetapi juga tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia, kritis dan berjiwa sosial serta juga disiapkan  menghadapi bonus demografi bagi bangsa indonesia,” paparnya.

“Di samping itu, kurikulum merdeka dilaksanakan dalam 1 semester dimana di bagian kurikulum. Pada saat pelaksanaan kurikukum ada penanggung jawabnya yaitu Suliwati, sedangkan untuk yang mengurusi kurikulum yaitu Oni Noviati,” sebutnya.

Menurut Oni dalam penerapan P5 masing masing kelas berbeda. Untuk kelas 10 dalam 1 tahun ada 3 tema, kelas 11 ada 2 tema serta kelas 12 ada 2 tema.

“Perbedaan dari kelas 10, 11 serta 12 yaitu ketika menggelar aksi nyata. Dan dari kelas ada 3 gaya belajar yaitu auditori, visual, dan kinestetik. Dan untuk penilaian intrakulikuler lebih ditekankan kepada sikap si anak,” jelasnya.

Hal senada juga dijelaskan Kaur Kesiswaan Ali Fathurrahman, penerapan P5 dilakukan dengan membuat karya poster, drama dan tetap bersandar pada nilai-nilai islami.

“Cara yang di pergunakan dalam penerapan P5 di SMA Muhammadiyah 4 Surabaya seperti membikin poster, drama serta musikalitas puisi tersebut di lakukan dengan tidak melupakan nilai nilai islam dalam kegiatan,” tutup Ali.

Penulis : Lauren

Editor : Sig

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *