Ubah Barang Bekas Jadi Nilai Ekonomis, Karang Taruna Desa Brosot Lakukan Program Rosokisasi

Karang Taruna Bakti Remaja yang berlokasi di Pedukuhan Pulo, Desa Brosot, Galur, Kulon Progo mengadakan program rosokisasi.(istimewa/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net – Unit Karang Taruna Bakti Remaja yang berlokasi di Pedukuhan Pulo, Desa Brosot, Galur, Kulon Progo menggelar program rosokisasi. Rosokisasi adalah program mengumpulkan barang-barang bekas dan sampah plastik. Gerakan cinta lingkungan tersebut sudah berjalan sejak dua tahun lalu.

Bacaan Lainnya

Ketua Unit Karang Taruna Bhakti Remaja
Cahyo Dwi Prastowo mengungkapkan dari hasil penjualan barang bekas dan sampah plastik, pihaknya mampu menghasilkan Rp 5 hingga 6 juta per tahun.

“Hasil penjualannyaakan dimasukkan ke kas Unit Karang Taruna. Sehingga ketika akan ada kegiatan yang sifatnya mendadak karang taruna tidak mengalami kesulitan dalam pendanaan,” ujarnya.

Selanjutnya dia juga mengatakan bahwa selain dijual ada juga barang bekas atau sampah plastik yang dijadikan kerajinan.

“Galon bekas akan dimanfaatkan menjadi polybag, sedangkan tas plastik (kresek) akan dibuat menjadi bunga plastik,” tuturnya.

Sementara itu Agus Santoso, Ketua Karang Taruna Karang Kemuning, Desa Brosot, Galur, Kulon Progo, mengungkapkan bahwa program rosokisasi merupakan program yang sudah disepakati bersama oleh seluruh unit karang taruna yang ada di desa Brosot.

“Jadi setiap unit karang taruna yang ada dibawah pembinaan Karang Taruna Karang Kemuning menjalankan program rosokisasi,” pungkasnya.

 

Penulis : Hari Sutanta

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *