Sentra Medika Hospital Cibinong Adakan Seminar Medis tentang Penanganan Kanker di SWICC

Sentra Medika Hospital Cibinong menggelar Seminar Medis bertajuk “Comprehensive Cancer Management at Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC)” pada Sabtu, 31 Agustus 2024. (Ibnu/Indonesiadaily.net).

 

Indonesiadaily.net – Sentra Medika Hospital Cibinong kembali menggelar Seminar Medis bertajuk “Comprehensive Cancer Management at Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC)” pada Sabtu, 31 Agustus 2024. Acara ini diadakan di IPB Convention Center, Bogor, dan dihadiri oleh sejumlah tenaga medis.

Bacaan Lainnya

Kanker, sebagai gangguan kesehatan yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal dan tidak terkendali dalam tubuh menjadi fokus utama dalam seminar ini.

Founder Sentra Medika Hospital Group, drg. Suherman Widyatomo, menekankan pentingnya kehadiran SWICC di Sentra Medika Cibinong sebagai pusat pelayanan kanker yang mampu meringankan beban masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor.

“Seminar ini kami adakan untuk memperkenalkan kepada seluruh masyarakat bahwa di Sentra Medika Cibinong telah berdiri Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC). Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa kini ada pusat kanker di Cibinong, sehingga mereka tidak perlu lagi pergi jauh ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan dengan biaya besar,” ujar drg. Suherman kepada Indonesiadaily.net.

Sementara itu, Chairman of Oncology Board SWICC, dr. Alban Dien, SpB., Subsp-Onk (K), juga mengungkapkan adanya peningkatan jumlah pasien kanker di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

“Peningkatan jumlah pasien kanker itu pasti terjadi. Tren menunjukkan peningkatan hingga dua kali lipat, terutama setelah adanya SWICC. Sebelumnya, pasien harus pergi ke Jakarta, tapi kini kita dapat menangani langsung kasus-kasus kanker di sini,” kata dr. Alban.

Ia menambahkan bahwa tren peningkatan ini terlihat dari waktu tunggu pasien yang semakin panjang.

“Saat ini, antrian pasien sudah mencapai bulan Oktober, menunjukkan pesatnya peningkatan kasus kanker di Bogor,” lanjutnya.

 

Dalam seminar tersebut, dr. Alban juga menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan yang efektif.

“Deteksi dini sangat penting agar kita dapat menemukan kanker pada tahap awal, di mana pengobatannya masih lebih mudah dilakukan,” jelasnya.

 

Materi utama yang disampaikan dalam seminar ini mencakup kanker payudara, kanker serviks, dan kanker paru-paru.

Dr. Alban mencatat bahwa mayoritas pengidap kanker payudara adalah wanita, dengan presentase mencapai 99 persen.

“Memang, kasus kanker payudara mayoritas diderita oleh wanita. Hal ini tercermin dari mayoritas pasien yang berobat ke sini juga adalah wanita,” tambahnya.

Seminar ini diikuti oleh tenaga medis, terutama yang bertugas di puskesmas dan rumah sakit di Bogor.

Harapannya, para peserta dapat mensosialisasikan pentingnya deteksi dini dan perawatan kanker kepada masyarakat luas, khususnya yang berada di pelosok.

“Peserta seminar ini adalah ujung tombak yang dapat membantu mengarahkan pasien ke fasilitas yang tepat, seperti SWICC, untuk mendapatkan penanganan yang terbaik,” pungkas dr. Alban.

Dengan adanya seminar ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap kanker semakin meningkat, serta pelayanan kesehatan yang memadai dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

Penulis : Ibnu Galansa

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *