Indonesiadaily.net, Banyuwangi – Paguyuban Pedagang Banyuwangi Joko Tole, sudah tiga kali mengirimkan surat kepada Bupati setempat Ipuk Fiestiandani namun tak direspon. Hidayaturrahman, Pembina Paguyuban Pedagang Banyuwangi Joko Tole mengatakan, para pedagang di pasar induk Banyuwangi selama ini sudah cukup sabar dan sudah mengikuti aturan dari pemerintah daerah.
Salah satunya pedagang siap untuk direlokasi ke sekitaran Gedung Wanita selama pasar Banyuwangi dilakukan revitalisasi. Namun menurutnya pada pertengahan jalan, pemerintah daerah justru tidak komitmen dengan janjinya.
“Pemerintah daerah berjanji akan membangun pasar Banyuwangi dalam waktu tertentu, namun faktanya, hingga kini hanya dilakukan pembongkaran bangunan, sementara proses pembangunan tak kunjung dilakukan,” jelas Hidayaturrahman kepada Indonesiadaily.net.
Dirinya juga menyayangkan, sudah ada 3 surat dari Paguyuban Pedagang Banyuwangi Joko Tole yang dikirimkan kepada bupati setempat juga tak pernah direspon
Surat yang pertama, mengenai permintaan adanya pernyataan resmi dari pemerintah daerah, yakni setelah pasar induk selesai direnovasi, ada jaminan dari pemerintah daerah, para pedagang yang direlokasi nantinya bisa menempati kembali di pasar tersebut.
Yang kedua, surat permohonan keringanan retribusi, dimana para pedagang meminta setiap lapak yang ditempati, dikenakan retribusi Rp 2.000 (dua ribu) per harinya, dari yang sebelumnya dikenakan retribusi Rp 600 (enam ratus) per meter per lapak. Sementara jumlah lapak yang ada di pasar tersebut sebanyak 200 lebih.
Sedangkan surat yang ketiga, yakni mengenai permintaan agar para pedagang yang direlokasi di area Gedung Wanita, dapat dipindah ke bagian depan atau jika tidak, mereka meminta dipindah ke area Gedung Juang yang lokasinya dekat dengan pasar induk Banyuwangi.
Menurutnya surat permohonan tersebut sudah dikirimkan bulan Juni dan Juli kemarin, namun hingga kini tak ada respon sedikitpun dari pemerintah daerah.
Karena aspirasi para pedagang tak pernah direspon oleh pemerintah daerah, akibatnya hari ini para pedagang di pasar Banyuwangi kecewa. Sehingga saat ini mereka terpaksa pindah kembali berjualan di wilayah sekitaran Gedung Juang atau Jalan Diponegoro.
“Kami berharap pemerintah daerah memperhatikan nasib para pedagang ini, karena mereka juga butuh makan untuk keluarga mereka, jangan diberi janji janji, tapi anggota kami butuh kepastian untuk menopang ekonomi mereka,” pungkasnya.
Penulis : Irham Kusuma
Editor : Sigit





