Kolaborasi Dosen Unpak dalam Pendampingan Bahan Ajar Digital berbasis Kearifan Lokal

Dosen Unpak dan pengmas 1

Indonesiadaily.net – Pada tanggal 16-18 Juli 2024, tiga dosen dari Universitas Pakuan (Unpak) berkolaborasi mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema ‘Pendampingan Pembuatan Bahan Ajar Digital Berbasis Kearifan Lokal sebagai Upaya Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka’ di SMAN Sukajaya di Kabupaten Bogor. Dalam kegiatan tersebut fokus pada pembahasan tentang pelaksanaan Kurikulum Merdeka. 

Ketiga dosen tersebut yakni Suci Siti Lathifah, M.Pd. dari Program Studi Pendidikan IPA, Stella Talitha, M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Asep Saepulrahman, M.Si. dari Program Studi Ilmu Komputer di UNPAK. Mereka disambut oleh Kepala SMAN Sukajaya, Teguh Sutopo, S.Pd. 

Bacaan Lainnya

Acara dimulai dengan presentasi tentang kebudayaan lokal Kampung Urug. Ini akan berfungsi sebagai landasan untuk pembuatan materi pembelajaran yang berakar pada prinsip-prinsip lokal.

Dosen Unpak dan pengmas 2

Materi yang dibahas meliputi cara membuat bahan ajar yang relevan dengan konteks digital, serta cara menggunakan aplikasi digital untuk meningkatkan daya saing dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Untuk menentukan materi pelajaran, diskusi kelompok difokuskan pada kebutuhan dan potensi lokal.

Program Studi Pendidikan IPA, Suci Siti Lathifah, M.Pd. mengatakan, tujuan dari kolaborasi ini tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAN Sukajaya, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat pengabdian dosen dalam masyarakat dan mengukuhkan peran universitas dalam membantu pendidikan di tingkat sekolah menengah.

“Dosen UNPAK menggabungkan keahlian dari berbagai bidang studi untuk membawa inovasi dalam proses pembelajaran. Diharapkan ini akan memiliki efek positif yang berkelanjutan bagi siswa dan komunitas akademik Bogor,” ucapnya.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan lokal dapat sangat membantu mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan global dengan kokoh sambil mempertahankan kearifan lokal, yang merupakan bagian penting dari identitas dan kebanggaan masyarakat setempat. (*) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *