Pemkot Surabaya Revitalisasi Kota Lama Sebagai Wisata Sejarah

Suasana Kota Lama Surabaya yang sedang direvitalisasi pemerintah setempat. Foto : Istimewa

Indonesiadaily.net, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merevitalisasi Kota Lama sebagai salah satu destinasi wisata berbasis sejarah dengan melestarikan dan mengoptimalisasikan bangunan cagar budaya.

Hal tersebut dilakukan untuk menawarkan pengalaman baru bagi wisatawan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Pahlawan.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerangkan, pemerintah ingin menghidupkan kembali suasana tempo dulu di Kota Lama dengan mengoptimalkan fungsi bangunan-bangunan bersejarah tersebut.

“Kami ingin menawarkan pengalaman wisata yang menarik dan edukatif yang bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak swasta,” tutur Eri dilansir dari Jatim Newsroom, Jumat, 7 Juni 2024.

Eri menjelaskan, Kota Lama Surabaya terbagi menjadi beberapa situs atau zona berdasarkan karakteristik bangunan.

“Yaitu zona Eropa, Pecinan/Cina, Arab dan Melayu,” kata Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata Kota Surabaya (Disbudporapar) Surabaya Hidayat Syah menambahkan, sebagai langkah awal dilakukan program pengecatan ulang bangunan cagar budaya di situs atau zona Eropa.

“Pengecatan ulang ini dilakukan pada lima bangunan cagar budaya di zona Eropa Kota Lama Surabaya,” imbub Hidayat Syah.

Ia merinci bangunan yang dicat ulang, yakni  gedung PT. Arina Multikarya, gedung PT. Perkebunan Nusantara I regional 4, dan dua bangunan di gedung PT. Tjiwi Kimia yang semuanya berlokasi di Jalan Rajawali, serta Gedung Internatio yang berlokasi di Jalan Taman Jayengrono.

“Melalui kolaborasi dan warna dengan program CSR Let’s Colour, AkzoNobel berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian cagar budaya agar warisan budaya dapat senantiasa terjaga hingga generasi mendatang,” terang Hidayat Syah.

Country Commercial Head PT. ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia) Yudhy Aryanto menerangkan, program ini bentuk dukungan terhadap pengembangan destinasi pariwisata di Surabaya, sekaligus upaya pelestarian cagar budaya.

“Dengan program ini, kami berharap dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Pahlawan, dan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal,” ujar Yudhy.

“Program kolaborasi ini tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga mengembangkan potensi wisata untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan pelestarian budaya yang berkelanjutan,” timpal Yudhy.

Sekedar informasi, Kota Lama Surabaya merupakan kawasan yang menyimpan sejarah panjang perkembangan Kota Pahlawan sejak abad ke-17 hingga ke-20.

Pada masanya, kawasan ini tidak hanya menjadi pusat kota, tetapi juga pelabuhan, industri, dan perdagangan yang dihuni berbagai etnis dan bangsa.

Pewarta Fino. Editor Sigit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *