Di Negara Ini Tidak Ada Nyamuk Loh, Kok Bisa?

Islandia, salah satu negara yang tidak ada nyamuk.(istimewa/indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net- Islandia diketahui memiliki kekayaan alam yang indah namun nyatanya di negara ini hampir tidak ada nyamuk. Padahal, negara ini  memiliki banyak kolam dan danau tempat nyamuk suka berkembang biak.

Pertama, kemungkinan besar adalah kondisi cuaca yang tidak mendukung nyamuk. Untuk berkembang biak, serangga ini memerlukan kondisi tertentu. Hewan ini banyak berkembang biak di lingkungan yang panas dan lembab, tetapi mereka juga sanggup bertahan hidup di iklim dingin bersuhu rendah.

Nyamuk memiliki siklus hidup yaitu telur – larva (jentik) – pupa – nyamuk dewasa. Dari keempat tahapan tersebut, tiga tahap pertamanya dihabiskan di permukaan air. Masalahnya, Islandia biasanya mengalami tiga kali musim dingin dan mencair dalam setahun. Hal ini menciptakan kondisi yang terlalu tidak stabil bagi kelangsungan hidup serangga tersebut. Pasalnya, hewan serangga ini tidak punya cukup waktu untuk bermetamorfosis di suhu hangat sebelum menjadi dingin lagi.

Teori lain adalah bahwa air dan tanah di Islandia mungkin mengandung komposisi kimia tertentu yang tidak menguntungkan bagi nyamuk.

Namun sayang, pemanasan global telah menyebabkan perubahan iklim. Dalam 20 terakhir saja, suhu udara rata-rata di Islandia telah meningkat sekitar 2 derajat Fahrenheit, atau sama dengan 16,7 derajat Celcius.

Pada saat yang sama, spesies serangga baru bermunculan di Islandia, padahal seranggga-serangga itu tidak dapat berkembang biak di sana sebelumnya. Hal ini mungkin juga berdampak pada kemunculan nyamuk di Islandia.

Dikutip dari The New York Times, Gisli Mar Gislason, ahli biologi di Universitas Islandia mengatakan jika pemanasan global terus berlanjut, mungkin akan menemukannya di Islandia dalam waktu dekat.

Meski ukuran tubuhnya sangat kecil, tetapi faktanya populasi nyamuk dapat membawa dampak yang sangat besar. Serangga ini bertanggung jawab atas 725 ribu hingga 1 juta korban jiwa setiap tahunnya, sehingga menempatkan nyamuk pada posisi ke-10 dalam daftar 10 binatang paling mematikan bagi manusia, menurut laman BBC Wildlife Magazine.

Nyamuk sering menjadi ‘vektor penyakit’. Artinya, ketika mereka menghisap darah manusia dan hewan, mereka secara tidak sengaja membawa bakteri, virus, dan parasit dari orang ke orang. Penyakit yang ditularkannya memiliki jumlah kematian tertinggi di dunia adalah malaria, yang disebarkan oleh  Anopheles betina.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *