Belasan Bule Belajar Silat Cimande

Exif_JPEG_420

Indonesiadaily.net — Belasan bule asal negara Italia, Prancis, dan Jerman, menyambangi Saung Penca Cimande di Kampung Tarikolot, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 14 Mei 2024. Kedatangan rombongan bule asal Eropa itu dalam rangka mempelajari Pencak Silat Aliran Cimande yang dikemas dalam acara Sarasehan dan Gelar Budaya Silat Cimande Go International.

Mereka yang terdiri dari 11 orang tersebut bergabung dalam ekspedisi wisata budaya Sunda Camp yang disponsori Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Para wisatawan mancanegara ini rencananya akan bermukim di Indonesia selama satu bulan untuk mempelajari tradisi dan seni budaya Sunda yang masih murni dan lestari serta mengandung filosofi di daerah Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Sebelum ke Cimande, mereka mengunjungi seni budaya Debus di daerah Baduy, Provinsi Banten. Selain itu berkunjung ke pusat Pencak Silat Panglipur, Bandung, Jawa Barat, dan akan terus berkeliling hingga ke Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Kami antara lain mempelajari Debus, Ngibing, Kelid. Saya akan menulis buku tentang Pencak Silat Aliran Cimande dan seni budaya Sunda,” ucap Massimiliano Morandini, seorang guru PPSS Pukulan Pencak Silat Sera Italia.

Exif_JPEG_420

Massimiliano Morandini yang akrab disapa Mark ini sendiri sudah malang melintang di Indonesia selama kurang lebih 20 tahunan sehingga sudah lumayan fasih berbahasa Indonesia. Ia telah lama mempelajari gerakan silat aliran Cimande dan sukses mengembangkannya di Itali dan Eropa. Pada Selasa, 14 Mei 2024, ia hadir bersama beberapa anggotanya yang berasal dari beberapa distrik di negara Italia.

Di Saung Penca Cimande, mereka disuguhkan atraksi jurus-jurus Aliran khas Cimande. Antara lain jurus-jurus baku Aliran Cimande, Pepedangan, Parebut Seeng, Tepak Dua, Tepak Tujuh, dan Adu Bincurang. Selain mendapat penjelasan sejarah, filosopi, Talek Cimande, dan lainnya, belasan Bule juga mendapat pengalaman langsung proses Keuceuran, Peureuh, dan Peupeuh.

Pembina Lingkung Seni Persatuan Pencak Silat Aliran Cimande (PPSAC), Abah Didih, mengucapkan terima kasih atas kunjungan belasan warga Eropa ke kampung halamannya. Di mana hal ini menjadi bukti bahwa Aliran Pencak Silat Cimande telah dikenal luas ke pelosok dunia.

“Aliran Pencak Silat Cimande itu ini dan di sini pusatnya Aliran Pencak Silat Cimande,” ujarnya.

Untuk menjaga Marwah Pencak Silat Aliran Cimande tetap lestari, Abah Didih menjelaskan bahwa di tempatnya rutin digelar kegiatan pelatihan setiap Sabtu malam dan hari Minggu. “Kami sekarang mengikuti zaman, membina anak sejak usia dini. Pertama, ajak anak-anak bertawasul, kedua beristighfar, ketiga mendoakan kedua orangtua, keempat gempa sholawat, kelima gema Asmaul Husna. Kemudian Talek Cimande dan ikrar Pancasila untuk menanamkan nasionalisme,” jelasnya.

Sampai detik ini, sambungnya, dirinya bersama para Kasepuhan Cimande dan Abah Dama sudah 33 tahun melestarikan seni budaya aliran Silat Cimande. “Selama itu pula kami telah melahirkan puluhan guru dan perguruan aliran Cimande. Namun kami tak pernah meminta bantuan ke siapapun tapi tidak pernah menolak bantuan,” tandasnya.

Sekretaris Disbudpar Kabupaten Bogor, Budi CW, yang ikut hadir dalam pembukaan acara berharap event-event pertandingan dan atraksi khas Pencak Silat Cimande agar rajin digelar guna mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Disbudpar targetkan kunjungan wisatawan menjadi 12 juta tahun 2024 ini. Kami akan buat kalender event, khususnya di Cimande sebagai salah satu desa wisata. Sangat potensial kalau event digelar kontinyu,” ujarnya.

Sekretaris Camat Caringin, Saepurrohman, juga berharap makin banyak orang yang mengenal seni budaya Cimande. “Kepada Disbudpar kami mohon dukungan rencana pembangunan Tugu Cimande di exit tol Caringin dan kepada Dishub berharap pula ada petunjuk arah ke Cimande,” imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan ini DPP BPPKB Banten, Cimande Bintang Lima, Saung Pajajaran, serta perguruan silat Cimande dari Palembang, Cilegon, Jakarta Bekasi, Cirebon.
(Acep Mulyana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *