Ini Kata Psikolog Tentang Pemberian THR Kepada Anak-Anak

Ilustrasi pemberian THR ke anak-anak.(istimewa/indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net – Pemberian THR saat lebaran kepada anak-anak merupakan hal yang ditunggu-tunggu serta jadi tradisi turun temurun yang telah dilakukan sejak lama oleh masyarakat Indonesia. Namun, apa alasan THR dibagikan kepada anak-anak? Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Menurut Praktisi Psikologi Anak, Aninda, S.Psi, M.Psi.T, THR Lebaran yang dibagikan kepada anak-anak merupakan kebudayaan yang dibiasakan dan tidak memiliki urgensi khusus secara psikologis.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya THR Lebaran ini sifatnya lebih ke budaya ya karena dibiasakan, sehingga tidak ada urgensi khusus terkait psikologi anak terkait THR ini,” katanya.

Ia menambahkan secara psikologis untuk anak-anak yang tidak dikenalkan THR dalam keluarganya juga tidak apa-apa karena memang pembiasaan di keluarganya seperti itu.

Dirinya juga menyarankan agar pemberian THR Lebaran kepada anak disesuaikan sewajarnya. Jangan sampai momen pemberian THR Lebaran ini menjadi ajang ‘meminta-minta’ bahkan dijadikan perlombaan.

“THR dalam tahap yang wajar sebenarnya juga tidak masalah karena diibaratkan sebagai hadiah Hari Raya. Yang jadi masalah jika dijadikan iming-iming untuk beribadah selama bulan Ramadhan, dijadikan ajang ‘meminta-minta’ kepada sanak saudara, atau dijadikan perlombaan yang lebih banyak,” paparnya.

Ia pun turut membagikan beberapa tips dalam memberikan THR Lebaran untuk anak.

1. Nominalnya disesuaikan dengan usia anak

Menurut Aninda, THR Lebaran untuk anak baiknya disesuaikan dengan usianya. Karena itu, pemberiannya tidak perlu terlalu banyak.

2. Ganti dengan barang yang bermanfaat

THR Lebaran untuk anak juga bisa diberikan dalam bentuk lain. Misalnya barang-barang yang lebih bermanfaat.

“Sebenarnya lebih baik jika THR diberikan dalam bentuk barang saja seperti kado yang pastinya bermanfaat untuk anak,” ungkapnya.

3. Berikan dalam bentuk permainan

Pemberian THR Lebaran kepada anak sebaiknya disertai dalam permainan-permainan sederhana yang bisa diikuti oleh seluruh anggota keluarga. Permainannya pun beragam mulai dari soal-soal seputar agama Islam hingga nama-nama dalam anggota keluarga.

“Agar pemberian THR tidak sekedar memberi dan menerima saja, mungkin akan lebih seru jika dilakukan dengan games yang diikuti oleh seluruh keluarga,” tuturnya.

“Games-nya bisa beraneka ragam, mulai dari soal-soal tentang Islam sampai ke nama-nama anggota keluarga.  Jadi lebih bisa mempererat tali persaudaraan juga,” tutupnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *