Viral di Media Sosial, Apa Itu Bibit Siklon 91S?

Bibit siklon 91S.(istimewa/indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net, Cilacap – Istilah Bibit Siklon 91S  terus menjadi bahan perbincangan warga beberapa hari ini terkait cuaca ekstrim di berbagai wilayah bahkan  viral di media sosial.

Apa sebenarnya Bibit Siklon 91S ? Menurut keterangan BMKG Bibit Siklon 91S  merupakan sebuah sistem tekanan rendah di Samudera Hindia, dan kini menjadi perhatian para ahli meteorologi dan masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta.

Bacaan Lainnya

Siklon 91S adalah sistem tekanan rendah di Samudera Hindia yang memiliki kecepatan angin maksimum 25 knot (46 km per jam) dan tekanan udara minimum 1001 hPa (Hectopascal).

Sistem ini bergerak ke arah tenggara dengan potensi untuk berkembang menjadi siklon kategori tropis sedang.
Bibit siklon tropis ini dapat menyebabkan dampak negatif, seperti hujan besar, angin kencang, dan banjir.

Menurut BMKG, Bibit Siklon 91S terpantau pada Maret 2024 di Samudera Hindia bagian tenggara dan barat daya Lampung.

Sistem tersebut memiliki potensi untuk berkembang menjadi siklon tropis dengan kategori sedang. BMKG memperkirakan Bibit Siklon 91S dapat mengakibatkan:

– Hujan lebat: Hujan lebat dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

– Angin kencang: Angin kencang dengan kecepatan 20-30 knot (37-55 km per jam) dapat terjadi di wilayah pesisir selatan Jawa.

– Gelombang tinggi: Gelombang tinggi dengan ketinggian 2-4 meter dapat terjadi di wilayah pesisir selatan Jawa.- Banjir: Hujan lebat yang diprediksikan dapat menyebabkan banjir di beberapa wilayah Jakarta, terutama di wilayah yang rawan banjir.

– Longsor: Hujan lebat di daerah pegunungan di sekitar Jakarta dapat meningkatkan risiko longsor.

– Genangan air: Genangan air dapat terjadi di beberapa wilayah Jakarta, terutama di wilayah yang memiliki sistem drainase yang buruk.

Langkah Antisipasi Bibit Siklon 91S:

– Mengikuti informasi prakiraan cuaca dari BMKG: Informasi ini dapat membantu masyarakat untuk mengetahui kapan dan di mana hujan lebat, gelombang tinggi, dan angin kencang akan terjadi.

– Mempersiapkan diri untuk menghadapi banjir: Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dapat menyiapkan perahu karet, pelampung, dan pasokan makanan siap saji.

– Menghindari daerah rawan tanah longsor: Masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan diimbau untuk menghindari daerah rawan tanah longsor saat hujan lebat.

– Memperkuat bangunan: Masyarakat diimbau untuk memperkuat bangunan agar tahan terhadap angin kencang.

Bibit Siklon 91S merupakan fenomena alam yang perlu diwaspadai. Dengan memahami bahaya dan dampaknya, serta melakukan langkah antisipasi, masyarakat dapat meminimalkan kerugian yang disebabkan oleh siklon ini.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *