Tokoh Masyarakat Kulon Progo Canangkan #kulonprogodigdoyo

Kulon Progo, Indonesiadaily.net — Tokoh masyarakat Kulon Progo mulai mencanangkan #kulonprogodigdoyo. Hal ini dicanangkan menyikapi keresahan akan masa depan Kulon Progo.

Keresahan para tokoh masyarakat ini dipicu lantaran dalam beberapa tahun terakhir Kulon Progo dinilai belum ada peningkatan signifikan di segala sektor, baik dari sisi ekonomi maupun politik.

Bacaan Lainnya

Padahal, tokoh masyarakat menilai Kulon Progo memiliki banyak potensi ekonomi yang bisa digarap. Apalagi dengan keberadaan bandara internasional YIA yang bisa memberikan efek domino yang positif bagi peningkatan perekonomian.

#kulonprogodigdoyo pun dicanangkan sebagai gerakan masyarakat yang bertujuan untuk memberikan perspektif bahwa masyarakat itu mampu.

#kulonprogodigdoyo dicanangkan oleh para tokoh masyarakat yang peduli akan masa depan Kulon Progo menjadi kabupaten yang mandiri secara ekonomi.

Baca juga: Tidak Berkembang Jika Penamaan Kulon Progo Masih Dipisah

Salah seorang tokoh masyarakat Kulon Progo, Agus Sujarwo, mengatakan, banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan sehingga dapat meningkatkan nilai tambah bagi peningkatan ekonomi masyarakat maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sebenarnya di Kulon Progo ini ada potensi untuk mengembangkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, yakni dengan membudidayakan tanaman seperti lidah buaya. Nilai ekonomi lidah buaya ini jika diolah secara maksimal bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” terang Agus Sujarwo, salah satu tokoh masyarakat, di sela-sela diskusi #kulonprogodigdoyo.

Dia mengungkapkan bahwa potensi-potensi yang bisa digali masih belum dimaksimalkan oleh pemimpin Kulon Progo saat ini.

“Pemimpin ke depan harus mampu mendengar dan menggali potensi yang ada di Kulon Progo. Dengan gerakan #kulonprogodigdoyo pemimpin Kulon Progo ke depan mampu menciptakan identitas yang selama ini hilang,” pungkasnya.
(HES)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *