Tak Hanya Thailand, Berikut Ini Negara yang Mengharuskan Turis Bawa Uang Tunai

Thailand mewajibkan wisatawan memiliki uang tunai Rp 6,5 juta.(istimewa/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net – Belum lama ini viral di media sosial tentang syarat Warga Negara Asing (WNA) yang ingin berkunjung ke Thailand harus membawa uang tunai Rp 6,5 juta per orang. Syarat ini sudah sesuai dengan ketentuan imigrasi Thailand dimana pengunjung diminta menunjukkan bukti kemampuan finansial selama berada di Thailand. Selain ternyata ada negara lainnya yang mengharuskan turis bawa banyak uang tunai? Apa saja?

Bacaan Lainnya

1. Indonesia

Indonesia dikenal dengan keindahan pulau-pulau yang menakjubkan hingga ramahnya para penduduk setempat. Meskipun kartu kredit atau kartu pembayaran digital sudah populer dan mayoritas orang mempunyai, ada beberapa tempat yang belum menerima kartu kredit dan kartu pembayaran digital lainnya.

Belum lagi banyak pulau-pulau di Indonesia yang belum memiliki koneksi internet yang stabil dan hanya bergantung pada generator agar mendapatkan listrik. Untuk itu, membawa uang tunai ke tempat-tempat wisata, naik transportasi umum, makanan atau minuman pinggiran jalan, toilet umum, hingga warung atau restoran kecil masih sangat diperlukan.

2. Jepang

Berdasarkan laman Travelex, Jepang menjadi salah satu tujuan liburan yang populer dengan makanan sushi, bunga Sakura, dan olahraga sumo. Meskipun begitu, negara ini masih menggunakan uang tunai dan menerima pembayaran dengan kartu bank atau kartu pembayaran lainnya secara terbatas.
Tidak semua kartu asing diterima ATM Jepang. Kalaupun ingin menarik uang dari ATM Jepang, Anda akan dikenakan sedikit biaya. Bahkan ada beberapa ATM yang tutup pada malam hari di sana.

Untuk itu, Anda harus mempunyai uang tunai Yen Jepang yang cukup untuk bisa masuk ke objek wisata hingga restoran kecil.

3. Meksiko

Banyak restoran dan toko lokal hanya bisa menerima pembayaran uang tunai Peso Meksiko. Dengan Peso Meksiko, bisa mencicipi jajanan pinggir jalan, membeli cinderamata, atau menikmati minuman di kedai minuman lokal.

Menurut laman TD Stories, banyak turis yang memberikan uang tip dengan uang tunai kepada pelayan, bartender, serta sopir. Untuk itu, Anda harus menukarkan uang Peso Meksiko di bank sebelum berangkat. Namun, untuk jaga-jaga Beauties juga bisa membawa uang dolar AS karena mata uang ini juga diterima di Meksiko.

4. Jerman

Jerman juga termasuk negara yang lebih berbasis dengan uang tunai Euro dibandingkan negara-negara Eropa lainnya. Akan ada banyak tanda penerimaan uang tunai di toko kecil dan apabila Anda tetap menggunakan kartu pembayaran maka akan dikenakan biaya tambahan 5%.

Sebaiknya Anda menukar uang Euro sebelum bepergian lantaran jika Anda baru menukarkan Euro saat tiba di Jerman maka akan ada biaya komisi yang lebih tinggi.

5. Afrika Selatan

Untuk menikmati liburan ke Afrika Selatan dengan alam dan safarinya yang memukau, Anda harus membawa uang tunai Rand Afrika Selatan yang banyak. Pasalnya, lebih dari separuh transaksi harus dibayar tunai meskipun opsi pembayaran digital semakin marak.
Memang negara ini mengalami peningkatan pesat dalam infrastruktur yang mendukung pembayaran elektronik, namun untuk pembelian kebutuhan sehari-hari masih secara tunai. Di sisi lain, alasan utama Afrika Selatan masih mengusung pembayaran tunai ialah 33% masyarakat setempat takut menjadi korban penipuan saat menggunakan ATM ataupun mobile banking, berdasarkan survei Boston Consulting Group.

6. Vietnam

Ketika Anda berkunjung ke Vietnam, ada beberapa penyedia layanan yang tidak menerima pembayaran non-tunai. Kecil kemungkinan toko kecil, pasar, hingga jajanan kaki lima memiliki fasilitas pembayaran elektronik.

Untuk melakukan perjalanan dengan sepeda motor khas Vietnam maupun membeli bensin di pom bensin, Anda hanya bisa membayar dengan uang tunai Dong Vietnam saja. Sama halnya dengan masuk museum atau galeri yang hanya menerima uang tunai.

7. Kamboja

Kamboja terkenal akan kuil, pulau-pulau, serta kehidupan malam yang ramai. Sama dengan Indonesia, Thailand, dan Vietnam, mayoritas penduduk Kamboja membayar dengan uang tunai Riel Kamboja. Sebagian besar bisnis juga melakukan transaksi uang tunai.

Tidak hanya mata uang Riel Kamboja saja yang diterima, USD termasuk mata uang kedua yang tidak resmi di Kamboja. Jadi, USD bisa diterima di banyak tempat. Pembayaran tunai juga berlaku ketika masuk ke dalam kui-kuil Angkor Wat yang terkenal.(*)

 

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *