Sederet Negara dengan Populasi Muslim Terbanyak di Eropa, Mana Saja?

Umat muslim di Prancis.(istimewa/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net – Eropa terkenal sebagai benua dengan populasi umat Kristen dan Katolik terbanyak di dunia. Namun, sejumlah negara di Eropa ternyata memiliki sebaran populasi umat Islam terbesar. Lantas, apa saja negara dengan populasi Muslim terbanyak di Eropa? Berikut daftarnya, melansir dari Statista dan hasil riset Pew Research Center.

Bacaan Lainnya

1. Prancis (5.720.000 Penduduk Muslim)
2. Jerman (4.950.000 Penduduk Muslim)
3. Britania Raya (4.130.000 Penduduk Muslim)
4. Italia (2.870.000 Penduduk Muslim)
5. Belanda (1.210.000 Penduduk Muslim)
6. Spanyol (1.180.000 Penduduk Muslim)
7. Belgia (870.000 Penduduk Muslim)
8. Swedia (810.000 Penduduk Muslim)
9. Bulgaria (790.000 Penduduk Muslim)
10. Yunani (6200.000 Penduduk Muslim)

Menurut Pew Research Center, Prancis dan Jerman adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di Eropa. Pada pertengahan 2016, terdapat 5,7 juta Muslim atau 8,8 persen dari total populasi di Prancis dan 5 juta Muslim atau 6,1 dari total populasi di Jerman.

Sementara itu, negara Uni Eropa yang mayoritas penduduknya beragama Islam adalah Siprus, yakni dengan 300 ribu penduduk Muslim atau sekitar 25,4 persen dari populasi di negara kepulauan ini. Sebagian besar penduduk  di Siprus adalah warga Siprus Turki yang mempunyai “akar kuat” di Siprus.

Melansir dari World Atlas, meskipun umat Muslim tergolong sebagai kelompok minoritas di sebagian besar negara-negara Eropa, Muslim mewakili sekitar 5 persen dari total populasi Eropa. Bahkan, Pew Research Center memproyeksikan di benua ini akan melonjak dalam beberapa dekade mendatang.

Menurut proyeksi Pew Research Center, pada 2050 mendatang populasi tersebut di Eropa dapat mencapai 11,2 persen dari total populasi Eropa. Bahkan, “jika imigrasi dilarang sepenuhnya” umat Islam akan masih mewakili 7,4 persen populasi Eropa pada 2050.

Menurut data, jumlah umat Islam di Eropa pada antara 2010 hingga 2016 meningkat lebih dari 1 persen, yakni dari 3,8 persen menjadi 4,9 persen. Imigrasi besar-besaran dan menetap untuk bekerja atau bersekolah menjadi alasan terjadinya kenaikan umat Muslim di Eropa. Antara pertengahan 2010 dan 2016, Eropa dilaporkan menerima sekitar 2,5 juta Muslim.

Selain imigrasi, relatif mudanya usia penduduk Muslim di Eropa juga menjadi penyebab meningkatnya hal tersebut. Pada 2016, rata-rata usia umat Islam di Eropa adalah 30,4 tahun, sementara non-Muslim mencapai 43,8 tahun. Selain itu, rata-rata perempuan Muslim juga lebih banyak melahirkan anak dibandingkan dengan perempuan non-Muslim.(*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *