Penyuka Anime Berduka, Pencipta Dragon Ball Meninggal Dunia

Kartun anime Dragon Ball.(istimewa/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net – Kabar duka bagi Anda pecinta kartun anime. Pasalnya pencipta komik dan kartun anime “Dragon Ball”, Akira Toriyama, meninggal dunia pada usia 68 tahun. Berita duka ini disampaikan oleh tim produksi anime yang legenda itu.

Bacaan Lainnya

“Kami dengan sedih mengumumkan bahwa pencipta manga [Dragon Ball], Akira Toriyama meninggal pada 1 Maret 2024 karena hematoma subdural akut,” tulis pernyataan Bird Studio yang menaungi Toriyama, dikutip dari AFP.

“Kami sangat menyesal karena ia masih memiliki beberapa karya yang sedang dalam proses pembuatan dengan antusiasme yang besar. Akira Toriyama masih memiliki banyak hal yang ingin dicapai. Namun, dia sudah mewariskan banyak judul manga dan karya seni kepada dunia ini,” paparnya.

Sebagai informasi, hematoma subdural adalah penumpukan darah di selaput pelindung otak yang disebabkan pembuluh darah pecah di selaput tersebut.

Dalam pernyataannya, Bird Studio yang berbasis di Nagoya, Jepang ini berharap karya-karya Akira Toriyama yang “unik” dapat terus dicintai oleh masyarakat di dunia dalam jangka waktu yang lama.

Pencipta waralaba manga “One Piece”, Eiichiro Oda mengatakan bahwa kematian Toriyama “terlalu cepat” dan meninggalkan “sepatu yang terlalu besar untuk diisi”. Dalam pernyataannya, ia mengaku berduka atas sosok kelahiran 5 April 1955 itu.

“Saya tidak menyangka bahwa saya tidak akan pernah bertemu dengannya (Akira Toriyama) lagi. Saya diliputi kesedihan,” ucap Oda.

“Dragon Ball” adalah salah satu manga terlaris di dunia yang pertama kali diserialkan pada 1984. Manga yang mengisahkan seorang anak laki-laki, Son Goku ini telah melahirkan banyak serial anime, film, hingga video game.

Dalam “Dragon Ball”, Son Goku dikisahkan tengah berupaya untuk meningkatkan kekuatan dengan mengumpulkan bola-bola ajaib berisi naga. Bola naga itu dicari demi membantu Son Goku dan para sekutu untuk bertarung melawan musuh-musuh jahat serta melindungi Bumi.(*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *