Kulon Progo, Indonesiadaily.net — Kepedulian Dinas Kebudayaan Kulon Progo untuk melestarikan seni dan budaya jawa patut diacungi jempol. Dari sekian banyak event budaya sejak awal tahun 2024 ini, salah satu event yang rutin digelar adalah Festival Dalang Wayang Kulit Anak dan Remaja 2024 yang bertempat di Taman Budaya Kulon Progo dari tanggal 5 Maret – 7 Maret 2024.
Festival Dalang Wayang Kulit Anak dan Remaja ini diikuti oleh 12 dalang anak dan 12 dalang remaja yang berasal dari 12 Kapanewon (kecamatan) di Kulon Progo. Dengan adanya festival dalang ini diharapkan dapat dilakukan pembinaan dan regenerasi dalang yang semakin sedikit peminatnya untuk menjadi dalang wayang kulit.
Suksesnya festival dalang ini tidak lepas dari peran Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Yogyakarta yang berhasil berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Kulon Progo untuk menyelenggarakan event tahunan ini.
Ketua PEPADI DIY, Ki Edi Suwondo, mengharapkan festival dalang ini sebisa mungkin diadakan rutin tiap tahun sebagai sarana pembinaan dan regenerasi secara intens.
“Saya sosialisasikan ke Pemkab-Pemkab yang ada di DIY untuk menyelenggarakan festival semacam ini. Tapi mereka mengatakan bahwa anggarannya tidak ada. Padahal dana APBD untuk Dinas Kebudayan hampir sama, kalaupun ada selisih ya paling cuma 1 atau 2 miliar rupiah,” kata Suwondo.
Dalam festival dalang ini Dinas Kebudayaan menetapkan aturan bahwa setiap Kapanewon harus mengirimkan secara lengkap. Mulai dalang, pesinden hingga pengrawitnya (penabuh gamelan). Hal berbeda dengan penyelenggaraan tiga tahun sebelumnya di mana setiap Kapanewon hanya mengirimkan dalang dan pesindennya.
Ada beberapa kriteria yang digunakan juri untuk menilai para peserta festival. “Ada lima unsur untuk menilai peserta festival dalang ini. Pertama, Catur yakni cara dalang dalam menyampaikan dialog di antara para tokoh wayang. Kedua, Sabet yakni bagaimana dalang memainkan wayangnya khususnya pada saat perang. Ketiga, Sanggit, yakni mengemas lakon dalam dialog dan perdebatan supaya menarik. Keempat, Tafsir, bagaimana dalang bisa menafsirkan lakon pewayangan. Dan kelima adalah keserasian dan kekompakan di antara dalang dan pengrawitnya.
Dalam festival dalang anak dan remaja kali ini hadiah yang diberikan panitia lumayan besar. Juara 1 mendapat hadiah uang sebesar Rp7 juta. Juara 2 Rp6,5 juta, juara 3 Rp6 juta, juara harapan 1 Rp5,5 juta dan juara harapan 2 Rp5 juta.
Hasil akhir penilaian juri, Juara 1 adalah Debyan Revata Candra C.K (Kapanewon Kokap) membawakan lakon Bimo Gothok
Juara 2 Tito Xavier Priyantoro (Kapanewon Pengasih) membawakan lakon Bimo Gothok
Juara 3 Latif Listyo Wicoro (Kapanewon Wates) membawakan lakon Jabang Tetuko
Juara 4 Georgius Emanuel Wicaksono (Kapanewon Nanggulan) membawakan lakon Marganing Kasuwargan
Juara 5 Anggara Galih Pamungkas (Kapanewon Galur) membawakan lakon Babat Alas Martani.
(Heri Sutanta)






