Bengawan Solo Meluap, Puluhan Desa di Tuban Terendam Banjir

Sungai Bengawan solo meluap rendam puluhan rumah.(istimewa/indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net, Solo- Sedikitnya18 desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur terendam banjir akibat meluapnya sungai Bengawan Solo.

Banjir yang terjadi sejak dua lalu itu telah melumpuhkan aktivitas warga karena seluruh akses jalan, rumah, hingga persawahan tergenang air setinggi setengah hingga satu meter.

Bacaan Lainnya

Sejumlah sekolah bahkan harus diliburkan karena tidak bisa digunakan untuk melangsungkan proses belajar mengajar. Selain itu banjir juga telah mengakibatkan kegiatan ramadhan terganggu.

“Sholat tarweh di berbagai masjid atau mushola tidak dilangsungkan, karena tempat ibadah tergenang air,” ujar Musrifah, warga Sawahan, Regel, Tuban, Jawa Timur.

Untuk beraktivitas warga harus menggunakan jukung (perahu kecil) atau sampan dari pohon pisang karena jalanan tidak bisa dilintasi kendaraan.

Ia mengatakan untuk ke pasar atau warung saja masyarakat  harus jalan kaki lantaran jalanan tidak bisa dilewati kendaraan.

Seperti ruas jalan di Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, Tuban, Jawa Timur misalnya, akibat banjir suplai aliran listrik dari PLN Tuban pun terpaksa harus dimatikan sementara.

Alasan pemutusan aliran listrik untuk menjaga keamanan warga yang terdampak banjir dan untuk mencegah adanya korban jiwa jika air semakin naik.

Kondisi serupa juga dialami warga di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Warga mengatakan banjir setinggi satu meter sudah berlangsung selama dua hari. Saat ini air banjir bahkan sudah masuk ke dalam rumah warga.

“Ketinggian air sampai pinggang. Seluruh aktivitas warga lumpuh, warga berharap banjir segera surut supaya padi-padi yang di sawah bisa dipanen,” ujar Ahmadi.

Di tempat terpisah, seorang warga setempat bernama Misri yang pulang dari belanja untuk persiapan buka puasa juga menyampaikan, agar pemerintah setempat memberikan bantuan kepada korban banjir.

Ahmadi mengatakan, ketinggian air mencapai sepinggul orang dewasa membuat warga tidak bisa beraktivitas.

“Warga berharap dapat bantuan karena tidak bisa aktivitas apa-apa. Untuk mendapatkan makanan untuk buka puasa atau sahur warga harus keluar dari wilayah ini, jauh,” ujarnya.

Bahkan karena banjir aliran listrik di rumah juga mati, karena dipadamkan oleh PLN.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, ada empat kecamatan dan 18 desa yang kebanjiran yaitu, Kecamatan Rengel, Soko, Plumpang, dan Widang.

Untuk Kecamatan Rengel ada delapan Desa, yakni Desa Tambakrejo, Kanorejo, Ngadirejo, Karangtinoto, Sawahan, Rengel, Sumberejo, Prambon Wetan. Di Kecamatan Soko ada tiga desa, antara lain Desa, Glagahsari, Kenongosari, dan Sandingrowo.

Di Kecamatan Plumpang ada tiga desa, yaitu Desa Kebomlati, Kedungrojo, Klotok. Serta yang terakhri di Kecamatan Widang, ada empat desa yaitu di Desa Ngadipuro, Patihan, Simorejo, dan Kedungharjo.

Dari 18 desa yang terendam banjir saat ini, yang masih tinggi airnya ada di tiga desa, yaitu Karangtinoto, Tambakrejo, dan Kanorejo, Kecamatan Rengel. Sementara banjir di kecamatan lain mulai surut.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *