Peningkatan Layanan Kesehatan jadi Fokus Wali Kota Depok, Target UHC di 2024

Wali Kota Depok Mohammad Idris usai memimpin sertijab Dirut RSUD (Istimewa)
Wali Kota Depok Mohammad Idris usai memimpin sertijab Dirut RSUD (Istimewa)

Indonesiadaily.net – Peningkatan layanan kesehatan menjadi salah satu fokus Wali Kota Depok Mohammad Idris di masa akhir kepemimpinannya.

Dia memastikan jika target 98 persen UHC atau cakupan kesehatan universal dapat tercapai. “Ketersediaan fasilitas kesehatan atau faskes sebagai upaya penyediaan akses layanan kesehatan bagi masyarakat sebagai perwujudan amanah misi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok,” terang dia usai kegiatan serah terima jabatan Direktur RUSD Khidmat Sehat Afiat (KiSA) Kota Depok dari dr Devi Maryori, kepada dr Sobari, kemarin.

Bacaan Lainnya

Peningkatan layanan juga tidak terlepas dari adanya fasilitas yang mumpuni. Setiap saat dia memastikan jika peningkatan fasilitas kesehatan ini dilakukan.

“Terkait konteks Depok berdasarkan profil kesehatan Depok, ketersediaan fasilitas kesehatan ada 27 RS terdiri 23 swasta, 2 vertikal, dan 2 RSUD, lalu ada 38 puskesmas dan 210 klinik,”

“Ketersediaan fasilitas kesehatan atau faskes sebagai upaya penyediaan akses layanan kesehatan bagi masyarakat sebagai perwujudan amanah misi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok,” tentang Idris.

Terkait dengan Direktur RSUD yang baru, dirinya berharap peningkatan pelayanan dapat terus dioptimalkan. “Dokter Devi dilantik 2 Januari 2020, Maret dinyatakan Depok tempat Covid-19 pertama kali di Indonesia, begitulah hidup atau RSUD melayani masyarakat dengan dinamikanya,” ungkap dia.

“Saya ucapkan ribuan terima kasih kepada dr Devi (Direktur RSUD KiSA Depok yang lama), atas semua karya dan jasa luar biasa dirasakan, khususnya selama pandemi Covid-19 bisa dilewati dengan tulus ikhlas, seluruh tenaga medis non media di RSUD ini. Sampai dalam semangat untuk kesehatan ini, kita dimotivasi oleh Tuhan, bahwa siapapun yang dapat menghidupkan satu jiwa itu seperti menghidupkan seluruh umat manusia,” tuturnya.

Adanya usaha optimal diharapkan dapat membuat kerja-kerja mulia yang tetap profesional, tentunya juga semangat, menciptakan suasana kerja yang nyaman.(*)

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *