Indonesiadaily.net – Teh hijau adalah minuman populer yang dinilai kaya manfaat kesehatan. Dibuat dari tanaman Camellia sinensis yang dikukus untuk mencegah fermentasi agar daunnya tetap hijau. Pengobatan tradisional Asia sering kali merekomendasikan teh hijau untuk berbagai keluhan, yang belakangan dibuktikan pula khasiatnya oleh dunia ilmiah.Misalnya, mengurangi lemak tubuh dan kadar gula darah hingga meningkatkan kesehatan otak.
Matcha dan teh hijau sebenarnya adalah minuman yang berbeda. Keduanya berasal dari tanaman yang sama, tetapi pertumbuhan dan ekstraksi matcha sering kali memerlukan proses yang lebih hati-hati. Matcha ditanam di tempat teduh sehingga melindungi daun dari oksidasi dan menghasilkan konsentrasi antioksidan yang lebih tinggi.
Matcha adalah bubuk yang terbuat dari daun yang dihaluskan sehingga konsentrasinya lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa. Hal ini juga menghasilkan jumlah kafein yang lebih tinggi daripada teh hijau biasa. Manfaat baik teh hijau Meski demikian, bukan berarti teh hijau tidak memiliki keistimewaannya sendiri.
Dari segi manfaat, minum teh hijau secara rutin juga memberikan pengaruh baik untuk kesehatan. Riset tahun 2023 membuktikan, polifenol dalam teh hijau mungkin dapat membantu melindungi kulit dari sinar UVB yang memicu kanker kulit melanoma dan nonmelanoma. Hal ini selaras dengan laporan tahun 2012 yang menyatakan suplemen teh hijau mungkin dapat membantu mengatasi jerawat, rosacea, dan komplikasi terkait kulit lainnya.
Selain itu, teh hijau juga dikenal dengan sifat antikanker berdasarkan lebih dari 5.000 penelitian termasuk uji klinis pada manusia, penelitian berbasis populasi, dan analisis laboratorium.
Polifenol teh hijau dan senyawa bioaktif lainnya membantu mencegah beberapa jenis kanker termasuk kanker payudara, kolorektal, hati, ovarium, prostat, mulut, dan kulit.
Minum teh hijau secara rutin juga mampu menjaga daya ingat dan otak tetap tajam. Pasalnya, riset di Frontiers in Aging Neuroscience membuktikan bahwa minuman ini terbukti meningkatkan daya ingat dan fungsi eksekutif pada orang lanjut usia dan juga membantu mengurangi stres oksidatif.
Teh hijau juga menurunkan kadar gula darah dan risiko terkena diabetes tipe 2 karena membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Selain itu, flavonoid dalam teh dapat membantu menghilangkan radikal bebas berbahaya dan meredakan peradangan.(*)
Editor : Nur Komalasari






