Indonesiadaily.net – Jika Anda memiliki penyakit asam urat sebaiknya berhati-hati saatnya menyantap makanan saat malam tahun baru. Pasalnya disaat perayaan terjadi menu makanan lezat tersaji. Supaya tak kebablasan, sebaiknya hindari jenis makanan berikut ini untuk cegah asam urat kambuh, apa saja?
1. Daging Merah
Terdapat beberapa jenis daging yang sebaiknya dihindari penderita asam urat, seperti daging sapi, domba, kambing, dan babi karena mengandung zat purin yang cukup tinggi. Namun, jika tetap ingin mengonsumsinya, perlu membatasi jumlah asupannya. Bagi penderita asam urat sendiri, konsumsi daging hanya sekitar 100 gram/hari.
Tapi jangan khawatir, sebagai alternatif Anda juga bisa mengonsumsi daging unggas putih. Sebab, jenis daging tersebut dianggap lebih baik dan tidak memiliki efek negatif sebanyak daging merah.
2. Konsumsi jeroan
Tak berbeda jauh dengan daging merah, konsumsi jeroan atau isian hewan, seperti hati, babat, kikil, paru-paru, usus, atau otak ternyata dapat membuat asam urat kambuh. Sebab, jeroan mengandung purin yang tinggi, yakni mencapai 100 – 1000 miligram purin pada 100 gram jeroan.
Purin sendiri merupakan senyawa yang cenderung diubah tubuh menjadi asam urat. Tak heran, jeroan menjadi salah satu makanan pantangan bagi penderita asam urat yang harus dihindari. Maka dari itu, penderita asam urat sebaiknya tidak mengonsumsi jeroan saat perayaan malam Tahun Baru.
3. Seafood
Bukan cuma daging merah, makanan olahan seafood ternyata juga menjadi pantangan bagi penderita asam urat. Sejumlah hidangan laut atau seafood mengandung zat purin yang tinggi, terutama ikan. Jenis ikan yang harus dihindari penderita asam urat, seperti ikan teri, ikan kod, herring, makarel, tuna, dan sarden. Jika ingin mengonsumsi ikan, sebaiknya konsumsi salmon karena baik untuk penderita asam urat.
Selain ikan, ada lagi jenis hidangan laut seperti kerang, lobster, udang, kepiting, dan tiram yang juga mesti dihindari karena mengandung zat purin walaupun dalam jumlah sedang.
4. Fruktosa
Fruktosa merupakan jenis gula alami yang banyak terdapat dalam makanan dan minuman kemasan, sayuran, madu, dan buah-buahan. Meskipun mengonsumsi sayur dan buah-buahan baik untuk kesehatan, tapi Anda tidak boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Terutama jenis buah dengan tinggi fruktosa, seperti apel, persik, pir, plum, anggur, maupun kurma.
Sebab, mengonsumsi makanan tinggi fruktosa ternyata dapat berpengaruh pada gejala asam urat. Sebagai penggantinya, disarankan konsumsi buah dengan kadar gula normal dan minum banyak air putih.
5. Produk Olahan Susu
Saat malam pergantian tahun, biasanya produk olahan susu biasa disajikan di atas meja makan, seperti, es krim, susu, yogurt, krim, ataupun keju. Sayangnya, jenis makanan tersebut menjadi pantangan bagi penderita asam urat.
Apalagi kalau Anda mengonsumsi daging merah dengan butter, hm, sebaiknya dihindari. Sebab, kedua jenis makanan ini bisa jadi pemicu timbulnya asam urat. Sebagai gantinya, konsumsi produk yang mengandung susu rendah lemak atau bebas lemak.
6. Durian
Jadi salah satu buah favorit orang Indonesia karena memiliki aroma dan rasa khas yang begitu lezat. Durian kerap disebut sebagai “king of fruit” atau rajanya buah oleh para pecinta buah-buahan.
Meskipun punya rasa yang lezat dan aroma yang menggugah selera, durian merupakan salah satu buah yang pantang dikonsumsi penderita asam urat. Durian mengandung kadar purin yang cukup tinggi dan banyak lemak.
Selain itu, mengonsumsi durian setelah menyantap daging atau seafood bisa memicu perut kembung hingga mual. Jadi, sebaiknya hindari konsumsi buah satu ini.
7. Sumber Makanan Nabati
Siapa menyangka bahwa makanan sumber nabati dapat meningkatkan kadar asam urat. Jenis sayuran seperti bayam, kacang-kacangan, polong-polongan, asparagus, kembang kol, dan jamur memiliki kadar purin yang cukup tinggi.
Namun jangan khawatir, Anda masih bisa memakannya, tetapi dengan porsi yang terbatas, jika tidak ingin gejala asam urat kambuh.(*)
Editor : Nur Komalasari






