Indonesiadaily.net – Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Jawa Barat Mary Liziawati mengatakan pemberian makanan tambahan (PMT) lokal untuk balita sudah sesuai petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Penyaluran PMT lokal sesuai petunjuk teknis dari Kemenkes tentang PMT lokal, termasuk menu,” kata Mary Liziawati, Senin (20/11/2023).
Mary mengatakan pemberian PMT lokal bertujuan untuk meningkatkan status gizi balita berbasis pangan lokal sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Sasaran PMT lokal pertama balita gizi kurang yaitu balita (6-59 bulan) dengan indeks ditentukan, kedua balita berat badan kurang dan sangat kurang, balita gizi kurang alami stunting, dan balita dengan berat badan tidak naik.
“PMT Lokal di Kota Depok diberikan selama 28 Hari. Mulai tanggal 10 November sampai 8 Desember 2023,” tuturnya.
Mary Liziawati mengatakan anggaran program PMT lokal bukan dari APBD Kota Depok tapi dari dana insentif fiskal untuk penanganan stunting dari pemerintah pusat.
“Anggaran berasal dari insentif fiskal untuk penanganan stunting. Diberikan itu karena pemerintah kota Depok dapat penghargaan karena angka stunting kecil,” tuturnya.
“Penghargaan itu diberikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan mendapatkan anggaran penggunaan untuk pemberian makanan tambahan, jadi bukan APBD karena anggaran tidak ada nomorkelatur,” pungkasnya.
Penulis : M.Yadi
Editor : Nur Komalasari






