Keren! Remaja Berusia 14 Tahun Temukan Cara Obati Kanker Kulit dengan Sabun Batang

Heman Bekele, peneliti muda asal Amerika Serikat berhasil menemukan cara obati kanker kulit dengan sabun batang.(istimewa/indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net – Tingginya risiko kematian akibat kanker kulit telah menjadi keprihatinan bagi semua orang.  American Cancer Society melaporkan  penyakit ini telah merenggut lebih dari 57.000 nyawa pada tahun 2020.Namun di tengah kekhawatiran tersebut, seorang remaja yang baru berusia 14 tahun, Heman Bekele dari Annandale, Virginia berhasil menemukan cara sederhana untuk mengobati penderita kanker kulit hanya dengan sabun batang.
Bagaimana cara kerjanya?

Melansir Insidermelanoma treating soap (MTS) yang dikembangkan Heman mengandung molekul-molekul tertentu yang membantu menghidupkan kembali sel-sel kekebalan (dendritik) sehingga mereka mampu melawan melanoma atau sel-sel kanker kulit.

Bacaan Lainnya

Penggunaan sabun sendiri dipilih karena umumnya lebih murah sehingga diharapkan bisa terjangkau oleh semua orang. Melansir USA Today, produk tersebut harganya kurang lebih 0,5 USD, atau sekitar Rp7 ribuan.

Konsep mengaktifkan pertahanan alami tubuh ini sebenarnya sudah diterapkan pada pengobatan dengan krim topikal untuk mengobati kutil kelamin. Dengan metode yang sama, Bekele berusaha mengembangkannya untuk mengatasi gangguan kanker kulit. Walau penelitian lebih lanjut masih diperlukan, namun gagasan ini dianggap cukup brilian untuk pengobatan kanker kulit.

Sementara anak-anak seusianya masih sibuk bermain video atau ponsel, Heman Bekele justru melakukan penelitian untuk gagasannya tersebut. Bekele kemudian membawa penemuan ini ke ajang Young Science Challenge 2023 yang diselenggarakan oleh 3M.

Penemuan tersebut dinilai sangat mengesankan sehingga Bekele ditetapkan pemenang dan mendapatkan hadiah sebesar 25 ribu USD (lebih dari Rp396 juta menurut kurs 31 Oktober 2023).

Bekele bekerja
dengan bantuan Deborah Isabelle, seorang spesialis teknik produk yang bertindak sebagai pembimbing. Sang mentor mengungkapkan bahwa Bekele adalah sosok yang cerdas, baik hati, menginspirasi, dan sangat enerjik. Terlepas dari kecerdasannya, hal paling penting dari Bekele adalah memiliki mimpi besar untuk membuat dunia lebih baik.

Ide mengobati kanker kulit dengan sabun batang ternyata muncul karena diilhami oleh masa kecilnya di Ethiopia. Sebelum pindah ke Amerika pada usia 4 tahun, Bekele selalu melihat orang-orang yang bekerja keras di bawah terik matahari. Kondisi yang sangat berisiko itu memotivasinya untuk melakukan penelitian tentang kanker kulit.

“Saya selalu melihat orang-orang yang terus-menerus bekerja di bawah sinar matahari panas,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari Washington Post.

“Dalam penelitian ini, saya ingin membuat ide saya menjadi sesuatu yang tidak hanya hebat dari segi ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang,” tutupnya.(*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *