Indonesiadaily.net, Trenggalek – Mendukung program pemerintah dalam pencegahan stunting, Gerakan Makan Telur Indonesia atau GEMATI memperluas jangkauan kegiatan mereka dengan membentuk aktivis lokal, Gemati Trenggalek.
Kamis (30/11/2023) GEMATI Trenggalek menggelar kegiatan khusus untuk anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) di TK Dharma Wanita I Kedungsigit, Kecamatan Karangan.
Ketua GEMATI Trenggalek Inggrid Fatimah menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk kepedulian terhadap kebutuhan nutrisi anak pada usia emas (0-5 tahun) untuk mendukung pertumbuhan otak mereka.
“Pemrakarsa gerakan ini awalnya prihatin terhadap pemenuhan gizi dalam pertumbuhan anak,” kata Inggrid.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara orang tua dan wali murid, dengan menyelenggarakan sesi tanya jawab mengenai perkembangan anak dan cara mengolah makanan.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari gerakan rakyat yang berkomitmen untuk meningkatkan gizi, terutama pada anak-anak,” papar Inggrid.
Ia juga menjelaskan tujuan dari GEMATI adalah mendukung program pemerintah dalam pencegahan stunting.
“Para penggerak GEMATI menilai upaya pencegahan stunting belum optimal dan perlu terus ditingkatkan,” ucap Inggrid.
Sementara Itu, Kepala Desa Kedungsigit, Aris Cahyo Widigdo mengapresiasi GEMATI atas upayanya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Saya berharap gerakan ini dapat merambah luas dan berlanjut di tempat lain,” kata Aris.
Sekedar informasi, berdasarkan dari data PBB tahun 2020, tercatat lebih dari 149 juta atau 22 persen balita di seluruh dunia mengalami stunting, di mana 6,3 juta balita terdapat di Indonesia.
Menurut United Nations International Children’s Emergency Fund atau UNICEF (Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa), stunting disebabkan anak kekurangan gizi dalam dua tahun usianya, ibu kekurangan nutrisi saat kehamilan, dan sanitasi yang buruk.
Saat ini, prevalensi stunting di Indonesia adalah 21,6 perse , sementara target yang ingin dicapai adalah 14 persen pada 2024.
Untuk itu, diperlukan upaya bersama untuk mencapai target yang telah ditetapkan, salah satunya dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga. (*)






