Indonesiadaily.net – Hingga saat ini suhu panas masih melanda wilayah Indonesia. Dengan suhu yang melonjak hingga memecahkan rekor di seluruh negeri, sebaiknya diperhatikan pula asupan makanan supaya kita terhindar dari dehidrasi. Berikut ini dirangkum dari Mirror, empat makanan yang sebaiknya dihindari selama gelombang panas agar tidak jatuh sakit.
1. Teh dan Kopi
Es teh dan kopi yang menyegarkan sering dinikmati oleh banyak orang saat cuaca panas. Namun, minuman populer ini justru dapat mengeluarkan air dari tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi.
Menurut laporan Harvard Health Publishing, es teh dan kopi memiliki sifat diuretic yang kuat, membentuk ginjal membuang kelebihan air, yang dapat menurunkan tekanan darah.
Sementara kafein dalam kopi juga berperan sebagai stimulant yang dapat meningkatkan keinginan untuk buang air ke toilet. Selama suhu melonjak, penting bagi kita untuk mempertahankan air sebanyak mungkin untuk menghindari dehidrasi.
2. Es Krim dan Permen
Es krim ternyata dapat meningkatkan suhu tubuh menjadi lebih tinggi dibandingkan makanan lainnya. Makanan dingin seperti es loli juga mampu meningkatkan suhu inti tubuh, karena tubuh memberikan kompensasi berlebihan terhadap pendinginan cepat yang dipicu oleh makanan dingin.
Tubuh juga akan lebih sulit mencerna makanan tinggi lemak dan gula. Sehingga, ini menyebabkan suhu tubuh meningkat.
3. Mangga
Mangga segar sebenarnya bisa mengeluarkan air dari tubuh kita. Mangga diketahui banyak mengandung potassium yang bersifat diuretic alam.
Mengonsumsi terlalu banyak mangga saat cuaca panas dapat membuat dehidrasi. Pengganti buah manga yang lebih sehat untuk cuaca panas adalah semangka, mentimun, stroberi, dan melon, karena kandungan airnya yang tinggi.
4. Daging
Musim panas bisa menjadi alasan yang menarik bagi sebagian orang untuk mengadakan acara BBQ. Namun, hal ini harus dihindari selama gelombang panas seperti belakangan ini. Daging adalah makanan pokok BBQ. Kandungan protein yang tinggi pada daging membuatkan memerlukan banyak energi untuk proses pencernaan.
Hal ini menciptakan proses panas yang disebut thermogenesis. Proses untuk mencerna daging membutuhkan 50 hingga 100 persen lebih banyak energi untuk memecah protein daripada karbohidrat. Jadi, jangan terlalu sering konsumsi daging agar tidak kehilangan banyak energi saat cuaca panas.(*)
Editor : Nur Komalasari






