Universitas Pancasila Edukasi Pangan Sehat kepada Siswa Sekolah Dasar

Universitas pancasila ke SDIT

Indonesiadaily.net – Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS) adalah Pangan yang ditemui di lingkungan sekolah dan secara rutin dikonsumsi oleh sebagian besar anak sekolah. PJAS merupakan salah satu sumber asupan gizi yang dibutuhkan bagi anak selama pembelajaran di sekolah. PJAS menjadi konsumsi harian anak sekolah, seperti agar jelly, minuman sirup aneka warna, sosis, makaroni, sampai aneka olahan dari aci seperti cilor, cilok, dan cilung, serta jajanan lain yang biasa kita lihat menjadi santapan anak-anak ketika jam istirahat dan pulang sekolah. Namun sayangnya, keamanan PJAS ini masih rendah karena bahan makanan tersebut bisa saja mengandung bahan pewarna bukan makanan, formalin, dan boraks. Hal ini menjadi permasalahan penting untuk diperhatikan agar kemanan PJAS terjamin.

Masalah tersebut menjadi kepedulian Fakultas Farmasi Universitas Pancasila dengan mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di lingkungan sekolah SDIT Athalla Cendekia sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan keselamatan siswa melalui pangan sehat pada hari Sabtu tanggal 30 September 2023. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa semester 7 sebagai implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pada pelaksanaan PKM tersebut, mahasiswa memberikan edukasi kepada sejumlah siswa SD kelas VI. Siswa dibagi menjadi lima kelompok, dimana masing-masing kelompok membawa sampel jajanan dan makanan yang akan diuji kandungan zat berbahaya rhodamin, boraks dan formalin. Zat berbahaya yang terkandung dalam jajanan atau makanan yang dikonsumsi bisa diujikan menggunakan reagen kit.

Bacaan Lainnya

Universitas pancasila ke SDIT 2

Makanan yang digunakan sebagai sampel uji adalah PJAS di sekitar sekolah diantaranya sosis, jelly, saos, pangsit goreng, macaroni, olahan aci seperti cilor, cilung dan cilok, mie goreng, juga ditambah ikan cue yang dibeli dari pasar sekitar. Uji formalin digunakan untuk melihat banyaknya kandungan pengawet yang digunakan dalam suatu makanan, contoh makanan yang di uji adalah sosis dan ikan cue. Kemudian ada uji boraks yaitu untuk mengetahui makanan tersebut ada bahan pengenyal nya atau tidak, contoh makanannya adalah sosis. Lalu ada uji rhodamin yang digunakan untuk melihat kandungan pewarna dalam makanan. Contoh makanan yang diuji untuk rhodamin adalah jelly dan saos.

Cara penyampaian materi edukasi dikemas secara menarik untuk siswa SD. Delapan mahasiswa yang menjadi fasilitator atas bimbingan ketiga dosen FFUP yaitu Esti Mulatsari, Intan Permata Sari dan Diah Kartika Pratami. Diawali dengan penyampaian materi singkat, kemudian dilakukan praktek langsung pengujian sampel makanan menggunakan reagen kit. Kemudian acara ditutup dengan bermain games dan berbagi hadiah. Siswa menyatakan sangat senang mengikuti kegiatan ini. Pengetahuan mereka akan PJAS yang aman semakin meningkat dengan ditemukannya beberapa sampel makanan yang positif mengandng bahan berbahaya. Dari kegiatan ini akan dilakukan kegiatan lanjutan yaitu pengolahan pangan berbasis tanaman obat. Harapan dari terlaksananya kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan mengenai kemanan PJAS dan juga memberikan alternatif solusi pngan yang aman dan sekaligus menyehatkan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *