Indonesiadaily.net – Memperingati Hari Paliatif Sedunia 2023, Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Jakarta, berkolaborasi dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI), menginisiasi acara webinar yang mengangkat tema Rawatan Paliatif bertajuk “Nyaman di Dalam dan di Luar Rumah Sakit”.
Tujuan dari webinar ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang betapa pentingnya rawatan paliatif yang berfokus pada kenyamanan, baik bagi pasien yang mendapatkan perawatan di rumah sakit maupun di luar fasilitas medis tersebut.
Acara ini berlangsung pada tanggal 21 Oktober 2023, mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB. Acara ini menjadi ruang bagi peserta untuk mendalami berbagai aspek rawatan paliatif melalui presentasi oleh para ahli dan praktisi terkemuka di bidangnya. Materi yang disampaikan mencakup strategi, teknik, dan pendekatan terbaru dalam rawatan paliatif, serta pentingnya memberikan perawatan yang optimal dan nyaman bagi pasien.
Beberapa pembicara yang hadir dalam acara tersebut termasuk Direktur Medik, Nursinh & Quality BMHS RSU Bunda Jakarta, dr. Amir Hamigu, MM. MARS; Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD-KHOM, FACP, FINASIM; dan Executive Director Worldwide Hospice Palliative Care Alliance, Dr. Stephen R. Connor, PhD, LP. Acara ini juga diperkaya dengan kehadiran anggota tim paliatif RSU Bunda Jakarta seperti dr. Diah Martina, SpPD, PhD, serta tokoh-tokoh paliatif lainnya seperti Chairman Asia Pacific Hospice Palliative Care Network (APHN), dr. Ednin Hamzah, dan PIC Program Pelayanan Paliatif YKI, dr. Siti Annisa Nuhonni, SpKFR-K.
Kehadiran para ahli ini memberikan peluang bagi peserta untuk mendapatkan informasi terbaru dan bertanya langsung kepada para ahli. Para peserta dapat mengakses webinar melalui platform Zoom dengan memindai kode barcode yang telah disediakan oleh panitia. Tak hanya mendapatkan pengetahuan, peserta juga memiliki peluang untuk memenangkan berbagai door prize yang menarik.
Melalui kegiatan ini, RSU Bunda Jakarta dan YKI berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang rawatan paliatif. Selain itu, diharapkan juga terjalin kolaborasi yang lebih erat antar lembaga dalam meningkatkan kualitas rawatan paliatif di Indonesia, baik di dalam maupun di luar fasilitas rumah sakit. (*)






