Pedoman Tata Laksana Klinik Budaya oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FIB UI untuk Klinik Kreativitas SMP Cakra Buana Depok

UI di masyarakat

Indonesiadaily.net – Klinik budaya merupakan satu bagian dari klinik kreativitas SMP Cakra Buana Depok sebagai program ekstra kurikuler sekolah. Himbauan pihak sekolah dan adanya peluang kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat oleh tim dosen, Dr. Ike Iswary Lawanda dan tiga orang mahasiswa program studi Asia Timur Program Magister Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) melalui hibah tahun 2023, mendukung keberadaan klinik kreativitas.

Tim pengabdi mengusung pembuatan pedoman tata laksana untuk klinik kreativitas sebagai penyempurnaan dan pertanggungjawaban penggunaan istilah klinik, memberikan solusi berupa pedoman tata laksana berfokus pada kreativitas dan inovasi budaya. Kegiatan pengabdian oleh tim Dr. Ike Iswary Lawanda terlaksana bekerja bersama bergandengan dengan mitra SMP Cakra Buana melalui koordinasi dengan kepala sekolah bapak M. Ilyas Firmansyah.

Bacaan Lainnya

Kepala sekolah dan tim guru menyediakan fasilitas dan waktu saat pagi hari untuk tim bersama murid menggelar konten petualangan Asia Timur. Pagelaran berlangsung dua tahap: Pertama, kegiatan kreatif dan inovasi di kelas mengusung tema budaya populer Kora, Cina dan Jepang dengan partisipan hampir seluruh murid kelas VI, VII, VIII melakukan kaligrafi, pengenalan halyu, dan turisme kuil Jepang.

UI di masyarakat

Kedua, kegiatan seluruh murid berkumpul bersama di hall SMP Cakra Buana berlangsung kegiatan mengulas kembali jegiatan di kelas dengan cara santai dan menghibur melalui sejumlah kuis. Kegiatan ini menjadi sumber memperoleh isu isu yang menjadi perhatian para remaja, dan sekaligus indikator untuk mengatasi isu tersebut terkait dengan kreativitas dan inovasi budaya.

Solusi kreativitas  dan inovasi menjadi landasan pembuatan pedoman tata laksana klinik budaya. Pedoman tata laksana untuk menavigasi kegiatan klinik kreativitas yang sudah ada di SMP Cakra Buana Depok. Pedoman tata laksana klinik budaya menavigasi murid mengatasi kesenjangan dalam pengembangan dan outreach produk inovatif murid. Pedoman tata laksana akan menavigasi indikasi kesenjangan budaya yang dialami siswa, dan mengindikasi klasifikasi budaya, menguraikan solusi; dan selanjutnya tindakan yang akan diambil, juga menggatasi resistensi dan adanya budaya yang khusus serta kompleks.

Klinik budaya mengidentifikasi murid yang berkebutuhan dan memberikan dukungan, mengkoneksikan murid dengan topik, kemungkinan dengan sponsor guna mempromosikan hasil kreativitas siswa. Klinik budaya menguatkan pelaksanaan klinik kreativitas mendapatkan akses ke ahli ahli guna memberikan murid lingkungan yang ideal sehingga murid dapat terus mengembangkan strategi konten, identitas, rencana bisnis, TI dan pemasaran selain pembelajaran sepanjang hayat mengenai kesetaraan untuk semua. Klinik kreativitas SMP Cakra Buana sudah dalam jalur yang benar dalam upaya mendukung pemerintah dan institusi dalam memajukan industri dan membuka lapangan kerja serta menarik investor, produser dan kurator. Klinik kreativitas mempromoskan kesetaraan gender dan ras dan mendukung murid dan komunitas yang berkebutuhan.

UI di masyarakat 2

Program pengabdian kepada masyarakat ini berhasil membuat luaran berupa pedoman berdasarkan bukti ilmiah kreativitas mengandung aspek budaya dan secara umum mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki pengabdia untuk mitra SMP Cakra Buana Depok menangani gerusan budaya terhadap murid. Tujuan khusus sudah terlaksana yaitu 1. Memberi rekomendasi kepada sekolah berdasarkan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan protokol program klinik kreatif yang sudah ada; 2. Mengembangkan penerapan ilmu pengetahuan para pengabdi dosen dan mahasiswa di masyarakat untuk membuat kurikulum program klinik kreativitas. Pedoman menunjang penegakan permasalahan gerusan budaya per individu murid, dan sekaligus keseragaman dalam penata laksanaan gerusan budaya yang diindikasi. Pada akhir kegiatan, semua murid merasa mendapatkan pencerahan dan dorongan berkreasi dalam objek budaya, begitu juga dengan pihak sekolah sebagaimana disampaikan oleh kepala sekolah pada waktu acara penutupan: Semoga kegiatan seperti ini berlanjut setiap tahun…… . Semoga.  (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *