Indonesiadaily.net-Tahukah Anda tanggal 1 Oktober bukan hanya diperingati hari Kesaktian Pancasila, melainkan ada hari lain yaitu hari vegetarian sedunia? Perayaan ini pun bukan tanpa alasan. Hari vegetarian dirancang guna menumbuhkan rasa kesadaran akan manfaat diet vegetarian bagi kesehatan dengan makan tanpa daging. Lalu apa sih vegetarian dan manfaat diet vegetarian? Simak penjelasannya berikut ini.
Vegetarian sendiri adalah sebuah pola makan yang hanya bersumber dari produk nabati makanan dari tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan, buah-buahan, gandum, biji-bijian, dan sayuran. Mereka tidak mengonsumsi produk hewani seperti ikan dan daging. Namun, untuk tipe diet vegetarian tertentu masih memperbolehkan mengonsumsi seperti produk susu, madu, dan telur.
Nah, berikut ini sederet manfaat melakukan diet vegetarian yang perlu diketahui.
Merujuk The American Journal of Clinical Nutrition, seorang vegetarian memiliki risiko sepertiga lebih kecil kemungkinan meninggal atau dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung.
Jika hendak melakukan diet guna melindungi kesehatan jantung, Anda perlu memperhatikan asupan nutrisinya. Healthline mengungkapkan, perlunya mengonsumsi makanan dengan serat larut dan makanan yang mampu membantu menstabilkan kadar gula darah.
Colleen Cutcliffe, PhD, ahli biologi yang berkonsentrasi pada penelitian biokimia dan metabolisme berpendapat bahwa makanan kaya serat baik untuk kesehatan usus karena nantinya dapat memperlambat penyerapan gula dalam tubuh yang melonjak setelah makan.
Makanan serat larut bisa ditemukan pada serealia seperti barley, oat, dan beberapa jenis buah-buahan serta sayuran.
Salah satu pemicu seseorang menderita penyakit jantung adalah terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak. Jadi, diet vegetarian bisa menjadi solusi memiliki jantung yang sehat.
Salah satu cara menjaga berat badan tetap ideal adalah dengan mengonsumsi makanan seimbang berupa buah-buahan dan sayur lebih banyak.
Pada penelitian 2017 bertajuk ‘A plant-based Diet for Overweight and Obesity Prevention and Treatment’, orang yang mengonsumsi makanan nabati lebih banyak cenderung memiliki berat badan lebih sedikit dibandingkan mereka yang mengonsumsi daging, produk susu, dan telur.
Sebuah penelitian ‘Weight Gain Over 5 Years in 21 966 Meat-Eating, Fish-Eating, Vegetarian, and Vegan Men and Women in EPIC Oxford’ mengungkapkan kalangan perempuan yang mengikuti diet vegetarian cenderung 50 persen lebih rendah mengalami kelebihan berat badan dibandingkan mereka yang tidak mengikuti diet tersebut.
Hasil penelitian ‘Vegetarian Diets and Weight Reduction: a Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials’ yang melibatkan 1.151 subjek pun menyatakan bahwa selama 18 minggu kelompok yang menerapkan diet vegetarian rata-rata kehilangan berat badan sebanyak 2,02 kg dibandingkan kelompok non-vegetarian.
Dalam penelitian itu disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut guna meneliti efek diet vegetarian dalam mengontrol berat badan.
Sebuah jurnal bertajuk ‘Vegan Regimen with Reduced Medication in the Treatment of Bronchial Asthma’ mengatakan penelitian yang dilakukan di Swedia menunjukkan bahwa diet vegetarian khususnya vegan, mampu mengurangi risiko asma bahkan meningkatkan pengendalian asma. 22 dari 24 partisipan yang menerapkan diet vegan dalam setahun menunjukkan perubahan termasuk ketergantungannya pada obat asma.
Bagaimana diet vegetarian mampu membantu penderita asma? Diet ini mampu mengurangi peradangan sistemik yang dapat memperburuk asma.
Pola makan vegetarian yang tinggi serat berpengaruh dalam peningkatan fungsi paru-paru. Selain itu, serat mampu meningkatkan mikrobioma usus yang sehat. Mikrobioma usus adalah sejumlah mikroorganisme termasuk bakteri, archaea, jamur, dan gennya yang hidup di usus manusia yang berperan dalam respon imun dan penyakit saluran pernafasan.(*)
Editor : Nur Komalasari






