Indonesiadaily.net – Barang bekas atau bahan daur ulang disulap menjadi kerajinan tangan oleh para penggiat UMKM di Kelurahan Jatijajar.
Mereka para penggiat UMKM memanfaatkan barang bekas yang bisa dijadikan kerajinan tangan sehingga menghasilkan nilai ekonomi.
“Barang bekas ini ada nilai ekonomi jadi kami para penggiat UMKM di Jatijajar berusaha membuat kerajinan tangan,” kata penggiat UMKM Kota Depok Dessiana, Selasa (10/10/2023).
Ia menilai kerajinan tangan atau handcraft di Jatijajar Kecamatan Tapos inovati, kreatif dan bisa bersaing dengan kerajinan wilayah lainnya.
Namun, ia menekankan untuk tidak hanya fokus berdagang, tetapi juga mengikuti perkembangan teknologi.
“Kami menghadiri kegiatan pelatihan dan workshop untuk ibu-ibu untuk belajar memproduksi kerajinan tangan salah satunya dengan cara merajut dan menyulam,”katanya.
Terlebih, sasarannya adalah para kaum ibu yang dilatih sebagai wirausaha pemula sehingga diharapkan mereka tetap bisa berdaya dan berproduktif serta mampu berkarya meski dari rumah saja.
Apalagi bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan tangan seperti tas dan bantal berasal dari kain yang tidak digunakan.
“Ada kerajinan tangan yang diproduksi dari Titu Candicfaft dari limbah pabrik di Jatijajar,”ucapnya.
Penggunaaan limbah pabrik berupa potongan kain juga membantu Pemkot Depok dalam upaya volume sampah di TPA Cipayung.
Dia mengatakan pelatihan yang menyasar para kaum ibu ini dinilai postif dimana pemerintah terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai motor ekonomi rakyat yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pemulihan ekonomi daerah maupun nasional.
Dia juga berpesan kepada penggiat UMKM Jatijajar ini tidak berfokus berdagang di lapak harus bisa mengikuti perkembangan teknologi.
“Di zaman sekarang teknologi semakin maju dan berkembang diharapkan para pelaku usaha khususnya UMKM jatijajar bisa berjualan online juga, untuk saat ini belanja online sangat diminati oleh semua kalangan,” paparnya.
Dia juga mengapreasiasi kepada pihak Kelurahan Jatijajar yang sudah menyiapkan gerai di Kelurahan untuk dijadikan etalase UMKM di Jatijajar
Sementara Tin Sulistyowati dari Titu HandyCraft menambahkan kegiatan produksi kerajinan tangan seperti sulam dan rajiut sudah dijalani sejak lama.
“Karya kami sudah ada yang di ruang Deksranada di Balaikota,”katanya.
“Kami dapat bahan bakunya dari pabrik berupa potongan kain yang bisa dirajut dan disulam bisa jadi tas atau bantal,” tandasnya.
Penulis : M.Yadi
Editor : Nur Komalasari






