Indonesiadaily.net – Secara umum tekanan darah tinggi (hipertensi) memiliki arti peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHG dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHG. Hipertensi sendiri sering disepelekan, padahal menurut data, hipertensi adalah penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi kedua setelah stroke. Hal ini disampaikan oleh dokter Tita Chairinisa, Manajer Marketing RS Murni Teguh Ciledug.
“Hipertensi itu sebenarnya silent killer karena tidak mempunya tanda dan gejala yang khas,” jelas dr Tita, ditemui di kantornya di RS Murni Teguh Ciledug, Rabu (11/10).
Tingkat gejala hipertensi sendiri hanya 10% yang artinya, 90% dari penderita hipertensi tidak akan menunjukkan gejala apapun. Untuk gejala yang umumnya ditemui pada penderita hipertensi antara lain, sakit kepala/pusing, jantung berdebar-debar dan rasa sakit di dada, sering gelisah, penglihatan yang kabur, mudah lelah dan sebagainya.
”Hati-hati, hipertensi itu bisa menyebabkan berbagai komplikasi penyakit seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, retinopati, penyakit pembuluh darah tepi, gangguan saraf, dan gangguan serebral,” jelas dr. Tita.
“Oleh karena itu, hipertensi harus bisa dideteksi sejak dini, kalau bisa dicegah ya bagus. Namun kalau sudah terindikasi menderita hipertensi, maka harus segera diobati,” tambah dr. Tita.
Dokter Tita pun kemudian menjelas berbagai alternatif untuk mengobati hipertensi di antaranya, dengan mengkonsumsi obat hipertensi, melakukan diet, menurunkan berat badan, dan berolahraga secara teratur.
Dokter Tita juga mewanti-wanti agar penderita hipertensi mengetahui jenis-jenis makanan yang harus dihindari atau dibatasi untuk mencegah semakin parahnya suatu hipertensi.
“Kurangi makanan berkadar lemak tinggi seperti minyak kelapa, gajih. Ada juga makanan dalam kaleng seperti sarden, sosis dan kornet. Kemudian makanan yang diolah dengan garam natrium seperti biskuit dan cracker. Yang terakhir adalah makanan yang diawetkan seperti dendeng, asinan sayur, udang kering, dan sebagainya,” jelas dr. Tita.
”Hipertensi itu kan bisa dicegah, bisa dikendalikan ya. Caranya bisa dengan mengurangi konsumsi garam, tidak merokok dan termasuk juga menghindari asap rokok. Sering-sering melakukan aktifitas fisik seperti olahraga 30 menit sehari. Termasuk juga diet dengan gizi seimbang dan menghindari minum alkohol,” jelas dr. Tita.
Dokter Tita pun menyarankan agar masyarakat yang terindikasi menderita hipertensi untuk tidak ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk bisa mengetahui pola pengendalian atau pengobatan yang tepat.
RS Murni Teguh Ciledug sendiri menyediakan layanan konsultasi dokter spesialis penyakit dalam. Diakses dari website www.rsmurniteguh.com, RS Murni Teguh memiliki tiga dokter spesialis penyakit dalam yakni dokter Rifal Rinaldi, Sp PD , dokter Rifky Budi Triyatno, Sp PD dan dokter Budi Kurniawan, Sp PD yang memiliki jadwal Senin hingga Sabtu dengan rentang waktu dari jam 07:30 hingga jam 20:00. (*)






