Indonesiadaily.net – Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) membuka program studi Climate Change atau perubahan iklim di tahun 2023.
“Tenaga pengajarnya sudah ada dari berbagai negara seperti dari Australia, dari Indonesia juga ada,” kata Rektor UIII, Prof Komarudin Hidayat melalui keterangannya di Depok, Rabu (27/9/2023).
Prof Komarudin menjelaskan dibukanya prodi climate change di UIII berkontribusi kepada negara untuk menjaga dan memelihara ekologi.
Ia mengatakan Indonesia merupakan paru-paru dunia yang memberikan keseimbangan ekologi. Tapi sayangnya, Indonesia malah dicap sebagai negara berpolusi. Belum lagi tata kelola air di kawasan Eropa ada sungai di tengah kota itu sebagai suatu keindahan dan dijadikan tempat rekreasi dan nongkrong tapi di Indonesia berbanding terbalik.
“Itu salah satu bukti tidak peduli lingkungan,” kata Prof Komarudin.
Belum lagi kata dia, danau-danau yang bagus jadi perumahan dan beberapa banyak situ yang rusak.
“Masa Indonesia kurang air, aneh kan Indonesia kurang air,” tukasnya.
Menurutnya di Indonesia hujan malah dibuang ke laut padahal hujan itu anugrah.
“Management airnya yang kurang bagus masa Indonesia kekurangan air. Sebanyak 70 persen air hujan langsung ke laut, coba itu ditampung disalurkan,” katanya.
“Atas pertimbangan tersebut Prodi Climate Change dibuka. Prodi climate change atau jika diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi Prodi Perubahan Iklim resmi dibuka tahun 2023,” tuturnya.
Prof Komarudin menyampaikan bagaimana UIII bisa memberikan kontribusi kepada lautan yang luas, dan hutan yang banyak, untuk memberikan satu model bagaimana cara menjaga dan memelihara ekologi yang baik.
Penulis : M.Yadi
Editor : Nur Komalasari






