Indonesiadaily.net – SMP Nasional Plus (NP) Tunas Global Depok mengajak siswa-siswanya untuk mendiskusikan isu-isu terbaru yang terjadi di masyarakat. Isu yang dibahas dalam diskusi tersebut, bisa berkaitan dengan sosial ataupun lingkungan.
Wakil Bidang Pendidikan Sekolah NP Tunas Global Depok, Saanih menuturkan, kegiatan ini untuk mengajak siswa untuk lebih peduli dengan apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Selain itu, juga mengajak mereka tidak hanya memikirkan apa yang sedang terjadi, tetapi juga apa penyebab kejadian tersebut dan bagaimana solusi untuk isu tersebut.
“Pendidikan adalah dunia yang dinamis dan selalu ada yang terbaharukan. Oleh karena itu, siswa harus ‘update’ dengan perkembangan apapun yang terjadi, terutama di lingkungan terdekatnya,” katanya.
Saanih menjelaskan, tema pertama yang dibahas dalam diskusi tersebut adalah lingkungan. Dimana, sekarang ini beberapa wilayah di Indonesia sedang mengalami kekeringan. Hujan yang tidak kunjung datang ternyata membawa dampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Seperti mendapatkan air bersih, pertanian dan perkebunan yang gagal panen.
“Isu yang sedang terjadi sekarang ini adalah lingkungan, yakni kekeringan di beberapa wilayah di Indonesia. Dampaknya dirasakan banyak orang, yang bisa berdampak pada kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Lalu isu yang kedua adalah, polusi udara. Permasalahan tersebut, bahkan pernah menjadikan DKI Jakarta dinobatkan sebagai wilayah dengan kualitas udara terburuk di dunia. Tentu itu adalah isu yang sangat dekat dengan Kota Depok yang lokasinya berdampingan dengan DKI Jakarta.
“Isu ketiga adalah tentang banjir. Itu adalah masalah yang masih jadi ancaman di masyarakat. Baik itu di perkotaan ataupun di pedesaan,” katanya.
Saanih menjelaskan, dari ketiga isu tersebu siswa diminta untuk membuat kelompok dan memilih salah satu isu lalu membahasnya. Mulai dari penyebabnya, seberapa besar pengaruhnya, dan menyampaikan pendapatnya tentang solusi dari permasalahan yang mereka pilih.
“Sebagai generasi bangsa, tentunya mereka harus peka terhadap isu-isu atau permasalahan yang ada. Tidak hanya sekedar mendiskusikannya saja, tetapi juga harus bisa menciptakan solusinya. Sehingga, kedepannya bisa jadi orang yang kreatif dan inovatif serta solutif,” tuturnya. (*)






