Selain Membuat Sehat, Ini Dampak Buruk Terlalu Lama Terpapar Terik Matahari

Cuaca panas ekstrem

Indonesiadalily.net – Musim panas yang belakangan semakin terasa terik membuat lebih berat bagi kamu yang biasa berada di luar rumah karena dituntut pekerjaan dan kegiatan lainnya.

Sudah diketahui sinar matahari memiliki manfaat yang banyak bagi tubuh manusia. Seperti memberikan vitamin D dan menjaga kesehatan mental. Namun, pada waktu dan takaran tertentu, terik sinar matahari mampu membuat masalah bagi kulit kamu yang terlalu lama secara langsung terpapar.

Bacaan Lainnya

Berikut ini, sejumlah masalah yang dapat timbul ketika terlalu lama berada di bawah sinar matahari secara langsung, seperti dikutip dari haldoc.

  1. Kerusakan kulit

Dalam studi Natural and sun-induced aging of human skin yang dipublikasikan Cold Spring Harbor Perspectives in Medicine menemukan, paparan sinar UV memberikan dampak pada penurunan struktur dan fungsi kulit.

  1. Risiko kanker kulit

Penelitian Sunlight and skin cancer yang dipublikasikan dalam Hindawi menemukan, paparan kronis terhadap radiasi ultraviolet (UV) di bawah sinar matahari berpotensi menyebabkan kanker kulit nonmelanoma pada manusia.

Risiko kanker kulit ini berasal dari sinar UV matahari yang diserap masuk ke dalam lapisan kulit. Kemudian, menghasilkan eritema, luka bakar, dan akhirnya kanker kulit.

  1. Kulit terbakar

Bahaya lainnya, yakni kulit terbakar. Kondisi ini populer dengan istilah sunburn. Warna kulit saat terbakar akan tampak kemerahan, bahkan kecoklatan. Tak hanya itu, kulit jadi terasa perih saat tersentuh.

Hal itu berpotensi memicu reaksi inflamasi yang juga menjadi risiko kanker dan penuaan dini. Jika kamu mengalami kondisi ini, cari tahu bagaimana penanganan rumahan yang bisa kamu lakukan melalui artikel 5 Bahan Alami untuk Mengatasi Sunburn pada Kulit.

  1. Melasma

Melasma terbentuk akibat kelainan pigmentasi akibat paparan sinar UV dalam jangka panjang. Gangguan kesehatan ini muncul dengan gejala berupa bercak coklat atau abu-abu pada permukaan kulit.

  1. Solar elastosis

Solar elastosis atau elastosis aktinik adalah risiko yang terjadi akibat pecahnya jaringan ikat kulit (kolagen dan serat elastin). Jaringan tersebut terletak pada dermis (lapisan tengah kulit). Fungsinya adalah mendukung kekuatan dan fleksibilitas kulit.

Tanda umum dari solar elastosis adalah penebalan kulit. Selain itu, kulit menjadi kendur, kerutan dalam, dan lipatan vertikal. Kondisi ini merupakan akumulasi dari paparan sinar UV jangka panjang dan berlebihan.

  1. Keratosis aktinik

Keratosis aktinik atau solar keratosis adalah pertumbuhan prakanker yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Gangguan ini perlu mendapatkan pemantauan dan penanganan yang tepat.

Bercak yang muncul pada kulit dengan kondisi ini juga bervariasi, mulai dari titik kecil hingga berukuran satu inci atau lebih. Selain itu, warnanya juga berbeda, berkisar dari terang hingga gelap. Teksturnya keras seperti kulit dan terasa gatal.

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *