Inilah Hewan yang Paling Cepat Terbang, Dijuluki Penguasa Langit

Burung elang peregrine, hewan paling cepat terbang di dunia.(istimewa/indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net – Tahukah Anda hewan yang paling cepat terbang dan menjadi penguasa langit adalah burung elang peregrine. Hewan dengan kemampuan terbang yang luar biasa cepat ini dinamai Falco peregrinus.

Peregrinus dalam bahasa latin berarti wisatawan, sebuah julukan yang cocok mengingat burung pemangsa ini dapat bermigrasi hingga sejauh 25.000 Km dalam sekali perjalanan. Elang peregrine ini adalah burung global karena ditemukan di setiap benua kecuali Antartika.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari Live Science, burung elang peregrine berburu mangsa dari tempat yang sangat tinggi, baik dari udara atau tempat bertenggernya yang tinggi.
Ketika mereka menemukan target, burung akan terbang dengan kecepatan tinggi, menyerang dengan kaki terkepal untuk melumpuhkan atau membunuh mangsanya.

Hein van Grouw, kurator senior kelompok burung di Museum Sejarah Alam London, mengatakan saat elang peregrine terbang menukik untuk berburu, kecepatan hewan ini diperkirakan dapat mencapai 320 Km/jam. Berdasarkan analisis dari sebuah studi tahun 2018 di Journal of Comparative Physiology A itu menjadikan burung tersebut tidak hanya sebagai hewan tercepat di udara tetapi juga hewan tercepat di dunia.

Eksperimen bahkan menunjukkan bahwa peregrine dapat mencapai kecepatan hingga 389 Km/jam.  Jadi apa yang membuat hewan ini mampu terbang dengan kecepatan yang luar biasa?

Elang peregrine memiliki sayap runcing yang menyerupai jet tempur. Bentuk sayap hewan ini pun dapat mengurangi jumlah hambatan yang mereka alami di udara, sehingga membantu burung terbang dengan cepat.

“Elang peregrine juga punya tubuh berotot dan berbentuk tetesan air mata yang dapat membantu merampingkan tubuhnya saat terbang terjatuh seperti peluru,” terang Ed Drewitt, ahli zoologi dan peneliti elang peregrine yang berbasis di Inggris. Selain itu, struktur bulu mereka sangat rapat dan kaku jika dibandingkan dengan burung elang lainnya, yang mungkin berfungsi untuk mengurangi hambatan dan membuatnya lebih lancar saat terbang.

Lubang hidung peregrine memiliki sistem tombol-tombol kecil di dalamnya yang dianggap berfungsi sebagai penyekat yang mengatur aliran cairan.

Tombol-tombol ini bekerja dengan mengurangi aliran udara ke saluran udara burung. Hal ini kemungkinan membantu elang peregrine bernapas selama terbang menukik dengan sangat cepat. Kecepatan yang sangat tinggi membantunya mendapatkan mangsa mulai dari mangsa sekecil burung kolibri hingga burung bangau bukit pasir.

Burung elang peregrine juga memangsa kelelawar, dan kadang-kadang mencuri mangsa seperti ikan dan hewan pengerat dari burung pemangsa lainnya.

Para ilmuwan telah mendokumentasikan sekitar 450 spesies burung sebagai mangsanya di Amerika Utara, dan jumlahnya di seluruh dunia mungkin mencapai 2.000 individu.(*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *