PTUN Bandung Sidang Lapangan Pembangunan Water Tank Milik PT Tirta Asasta Depok

Kantor PDAM Tirta Asasta Kota Depok.(istimewa/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net – Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung melakukan sidang lapangan soal pembangunan water tank 10 juta liter dekat pemukiman dibangun PT Tirta Asasta Depok (Perseroda) Jumat (18/8/2023).

Bacaan Lainnya

“Agenda hari ini pemeriksaan setempat atas permintaan dari pihak penggugat jadi kita tinjau lokasi,” kata Ketua Majelis Hakim PTUN Bandung, Ardoyo Wardana di Depok usai sidang lapangan.

Dalam sidang lapangan belum bisa menjelaskan secara detail. Sebab tidak bisa memberikan keterangan.

Ia meminta agar untuk menunggu keterangan resmi dari pihak kehumasan PTUN Bandung.

“Jadi majelis dalam kapasitas ini tidak dapat memberikan keterangan karena perjalanan masih berjalan. Nanti silahkan dengan humas PTUN Bandung yang akan memberikan keterangan. Itu semua nanti akan dalam berita acara,” tegasnya.

Ardoyo mengatakan sidang lapangan ini dilakukan untuk melakukan pembuktian dan agenda berikutnya adalah tambahan bukti dan saksi diagendakan Selasa (22/8).

“Pemeriksaan di tempat ini sudah masuk ke pembuktian. Agenda berikutnya adalah tambahan bukti dan saksi. Agenda selanjutnya tanggal 22 Agustus,” tuturnya.

Direktur Operasional PT Tirta Asasta Kota Depok Perseroda) Sudirman mengikuti proses yang sedang berjalan di PTUN Bandung.

“Apa pun yang diminta majelis hakim kita berikan. Proses kita jalankan prosedur sudah kita lakukan termasuk perizinan dan sosialisasi, kita ada bukti-bukti semua itu,” kata Sudirman.

Sudirman menjelaskan pembangunan warter tank 10 juta liter tersebut untuk meningkatkan pelayanan penyaluran air ke pelanggan PT Tirta Asasta Depok Perseroda.

“Dibangun jadi water tank Legong ini dibangun adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama pelanggan dan program ini yang berkesinambungan karena kami ada peningkatan kapasitas instalasi pengolahan air (IPA),” ungkapnya.

Selain itu mengendalikan permasalahan pelayanan ketika musim banjir air akan keruh dan tidak bisa memproduksi air.

“Kami juga mengalami permasalahan dan kendala dalam pelayanan pada saat musim baju banjir air jadi keruh. Kami tidak bisa berproduksi, sering alami pada saat musim hujan itu bisa sampai 8 jam produksi kita pelayanan kita biasanya langsung terganggu,” paparnya.

“Dan ini juga diperlukan oleh pelanggan kita kenapa sih dari dulu sampai sekarang perusahaan sebesar PT Tirta Asasta tidak mampu mengatasi kendala seperti ini. Ini yang menjadi tujuan pertama kami peningkatan pelayanan,” ungkapnya.

Penulis : M.Yadi
Editor : Nur Komalasari

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *