Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Upaya Mitigasi Berkurangnya Minat Belajar Anak

Indonesiadaily.net – Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Abdul Harris Bobihoe menilai penerapan kurikulum merdeka belajar ini merupakan sebuah bentuk mitigasi dalam berkurangnya minat belajar anak.

Ia mengungkapkan penerapan kurikulum merdeka belajar diawali dari kejadian pandemi Covid-19 yang memberikan dampak luas di sektor pendidikan.

Bacaan Lainnya

Menurut Harris, yang terjadi di dunia pendidikan ini adanya kehilangan minat belajar anak, baik literasi maupun numerasi nya banyak sekali.

“Dengan kondisi hilangnya belajar itu, maka pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan, yaitu kurikulum merdeka,” kata Harris, Jumat (18/8/2023).

Ia mengungkapkan, penerapan kurikulum merdeka belajar ini merupakan sebuah bentuk mitigasi dalam berkurangnya minat belajar anak.

“Kurikulum merdeka belajar ini lebih simpel dan materi nya tidak terlalu banyak serta proses pembelajaran nya lebih mendalam. Sehingga, mudah diterapkan di satuan pendidikan,” ungkapnya.

“Kalau dulu K13 itu materi nya yang banyak. Bahkan, materi yang di tentukan dalam seminggu nya harus menghabiskan berapa materi. Kalau ini tidak, dalam satu tahun nya dan dalam bentuk vase pembelajaran. Sehingga, anak-anak lebih punya waktu banyak untuk mendalami,” imbuhnya

Dewan dari Dapil Jabar VIII ( Kota Depok – Kota Bekasi ) ini juga menjelaskan, dengan sedikitnya materi tapi anak bisa memahami dan mendalami pembelajaran dengan baik.

“Konsepnya pembelajaran ini berbasis pada proyek-proyek yang membentuk sebagai profil pelajar Pancasila. Anak didik nanti bisa lebih berkreativitas dan mandiri. Nantinya juga, anak akan memiliki pemikiran yang kritis dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti yang tinggi,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *