Empat Hal Unik yang Dianggap Normal di Negara Lain, Apa Itu?

Lampu lalu lintas berwarna biru di Jepang.(istimewa/indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net – Ada lebih dari 190 negara yang tersebar di seluruh dunia dan masing-masing memiliki peraturan budaya yang unik. Meskipun stereotip dapat membiasakan kita dengan aspek budaya tertentu, ada banyak fakta yang hanya dapat dipahami melalui pengalaman langsung di negara baru.
Dilansir dari Bright Side, berikut empat hal unik yang dianggap normal di negara lain. Kira-kira negara mana saja?

1. Slovakia – Makan malam natal dimulai di bak mandi

Bacaan Lainnya

Ada tradisi Natal yang unik di Slovakia. Orang-orang membiarkan ikan mas, yang dimaksudkan untuk makan malam, berenang di bak mandi selama beberapa hari. Praktik ini membantu ikan mas membersihkan sistem pencernaannya karena merupakan pengumpan terbawah.

2. Swedia – ikan busuk jadi makanan tradisional

Sejak abad ke-16, herring laut Baltik yang diberi sedikit garam dan fermentasi telah menjadi bagian dari masakan Swedia. Sebelum disegel dan dijual dalam kaleng, ikan tersebut menjalani proses fermentasi selama dua bulan dalam air garam asin. Fermentasi ini memberi ikan aroma telur busuk yang sangat menyengat.

3. Singapura- menjemur pakaian menggunakan bambu

Di Singapura, ada metode unik yang disebut sistem soket pipa yang digunakan untuk mengeringkan cucian. Sistem ini melibatkan pemasangan pakaian bersih ke tiang bambu, yang kemudian dimasukkan ke soket di luar jendela dapur, mirip dengan tiang bendera. Sistem pipa-soket umumnya ditemukan di perumahan umum yang lebih tua, di mana mayoritas penduduk menetap.

4. Jepang – lampu lalu lintas berwarna biru

Awalnya, lampu lalu lintas Jepang berwarna hijau sesuai keputusan hukum lalu lintas internasional. Meskipun demikian, dokumen lalu lintas resmi negara menyebut lampu lalu lintas hijau sebagai ao (biru) daripada midori (hijau). Midori sendiri adalah kata yang agak baru untuk menggambarkan warna, sehingga tidak pernah digunakan dalam dokumen resmi sebelumnya.

Ahli bahasa Jepang menuntut agar kesalahan itu diperbaiki. Jadi, terlepas dari penampilannya, lampu lalu lintas Jepang secara teknis berwarna biru kehijauan.(*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *