Indonesiadaily.net – Bandara di kota Pskov, yang terletak di barat laut Rusia, mengalami serangan drone yang menimbulkan kebakaran besar. Mikhail Vedernikov, gubernur regional wilayah tersebut, mengonfirmasi insiden tersebut melalui media sosial. Dalam unggahannya, terlihat gambaran jelas tentang bagaimana kobaran api merah memenuhi area bandara, disertai dengan suara ledakan keras dan sirene yang meraung.
“Kementerian Pertahanan Rusia berhasil menangkal serangan dari pesawat tanpa awak tersebut. Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas pelaku serangan ini,” ujar Mikhail.
Meskipun belum ada keterangan resmi tentang siapa pelaku di balik insiden ini, ada dugaan bahwa hal ini berkaitan dengan konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina sejak Februari 2022. Kedua negara ini memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari Uni Soviet.
Dalam perkembangan terkait, Rusia dilaporkan telah menerbangkan dua jet tempurnya pada Senin sebelumnya, sebagai respons atas mendekatnya dua drone milik Amerika Serikat (AS) di Laut Hitam. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, “Dua drone AS tersebut sedang melakukan misi intelijen, mengobservasi Krimea dan mendekati perbatasan Rusia.” Akibat tindakan cepat dari Rusia, kedua drone tersebut segera mengubah arah penerbangannya dan meninggalkan area tersebut.
Media berita ternama, AFP, melaporkan bahwa dua drone milik AS yang dimaksud adalah Reaper dan Global Hawk. Dalam beberapa bulan terakhir, sudah ada beberapa insiden serupa antara pesawat Rusia dan drone milik AS, termasuk insiden pada hari Minggu ketika Rusia mengerahkan pesawat tempur untuk menghalau pesawat pengintai angkatan udara AS yang mendekati perbatasannya di Laut Hitam.
Situasi ini semakin menegangkan, terutama di tengah-tengah konflik yang memanas antara Rusia dan Ukraina. Amerika Serikat, bersama dengan negara-negara Barat lainnya, telah memberikan dukungan kepada Ukraina dalam pertempuran tersebut. (*)






