Indonesiadaily.net – Kota Depok kembali menjadi bahan obrolan di media sosial.
Kali ini terdapat tulisan Depok dan sejumlah nama-nama orang Indonesia di Gua Hira, Arab Saudi. Hal itu diketahui dari unggahan di channel YouTube milik Habib Jafar Jafar.
Dalam salah satu video “Why Depok di Gua Hira?” terlihat ada satu batu yang dicoret-coret dengan tulisan sejumlah nama orang Indonesia dengan tulisan Depok dan Rojali. Hal itu tentu mendapat respon dari Wali Kota Depok Mohammad Idris.
Idris mengatakan tindakan vandalisme itu tidak layak dilakukan. Apalagi dilakukan di tempat yang dianggap suci oleh ummat Islam.
“Seharusnya nggak layak lah ya, nggak layak untuk membuat hal seperti itu apalagi mengatasnamakan satu kota,” kata Mohammad Idris, Rabu (26/7/2023).
Menurutnya, vandalisme itu sama saja membuka aib warga Depok. Diyakini warga Depok tidak suka kotanya dibawa-bawa dalam aksi vandalisme tersebut.
“Ini kan dia membuka aibnya orang Depok yang mungkin yang tidak setuju seluruh warga Depok ketika dia mengatasnamakan nama Depok,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Sub Bagian Kantor Kementerian Agama Kemenag Kota Depok Hasan Basri menyayangkan terjadinya aksi vandalisme bertuliskan Depok dan nama orang Indonesia di Gua Hira, Arab Saudi.
Hasan mengatakan berjiarah ke Gua Hira sebenarnya juga merupakan ibadah, karena menelusuri jejak sejarah kenabian Nabi Muhammad SAW ketika pertama kali menerima wahyu dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril.
“Jangan kita kotori kelestarian dan kebersihannya, ini kami sayangkan,” ucapnya.
Ia berharap kesucian yang ada pada diri jamaah haji maupun umrah itu benar-benar dijaga dengan menjaga perilaku dan sikap masing-masing.
“Jangan mengotori tempat-tempat bersejarah dengan tulisan-tulisan yang kurang bermanfaat,” tegasnya.
Dirinya menjelaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) Kemenag yang menjadi panitia haji terbatas dan tidak bisa mengawasi seluruh jemaah.
“Mereka kan berziarah ke sana, mungkin pada saat berziarah itu, mungkin petugas tidak mengawasi sampai sejauh itu,” jelasnya.
Hasan berspekulasi jemaah haji yang melakukan aksi vandalisme di Gua Hira awalnya membawa spidol atau pulpen untuk menamai koper dan tas agar tidak tertukar.
“Khawatir tas atau koper tertukar, jadi ada penulisan identitas, khawatir ilang mereka membeli itu. Atau mungkin punya inisiatif itu, ketika datang ke tempat itu atau Gua Hira nama atau daerahnya terkenal, padahal hal tersebut tidak baik,” katanya.
Ia juga belum bisa memperkirakan bahwa aksi vandalisme itu dari jemaah asal Depok Jawa Barat. Sebab, di Indonesia sendiri punya nama Depok juga.
“Saya juga tidak tahu ya, mudah-mudahan sih bukan dari Depok Jawa Barat, saya imbau jaga kebersihan dan kelestarian, apalagi itu tempat bersejarah di mana Nabi Muhammad SAW menerima Wahyu pertama dari Allah SWT,” pungkasnya.
Penulis : M.Yadi
Editor : Nur Komalasari






