Pemkot Depok Aktifkan 28 UPS dan Datangkan Mesin untuk Pengolahan Sampah

Sekda Kota Depok, Supian Suri mengecek kapasitas TPA Cipayung.(M.Yadi/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net – Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri mengatakan Pemerintah Kota Depok berupaya mengatasi persoalan sampah dengan berbagai cara salah satunya mengaktifkan kembali 28 UPS dengan metode pengolahan.

Bacaan Lainnya

“Kami Pemerintah Kota Depok akan memaksimalkan kembali 28 UPS dengan metode pengolahan dan mesin terbaru,” kata Supian.

Ia menambahkan selain pengolahan sampah di UPS dengan mesin menjadi kompos atau pupuk pihaknya juga menerapkan pengolahan sampah organik dengan sistem Maggot di masing-masing UPS.

“Nantinya sampah yang masuk ke TPA Cipayung hanya residu saja. Dengan demikian beban di TPA Cipayung akan berkurang,” kata pria yang akrab disapa Bang Pian.

Dirinya melanjutkan Pemerintah Kota Depok juga akan mengolah sampah dengan mesin atau pembakaran sampah terkendali (incinerator).

Ia menambahkan pengolahan sampah dengan mesin ini sudah mendapat sertifikasi ramah lingkungan dari kementerian.

“Mesin tersebut bisa mengolah sampah sebanyak 15 ton per hari dan mampu mengurangi sampah sebanyak 200 ton per hari,” tuturnya.

Dia melanjutkan mesin pengolahan sampah itu direncanakan akan ditempatkan di titik timbulan sampah.

“Ini akan kami mulai untuk timbulan sampah di wilayah Bojongsari, Cisalak dan Jalan Jawa Beji,” tuturnya.

Program selanjutnya, sampah akan diolah menggunakan mesin yang nantinya menjadi refuse derived fuel (RDF). Pihaknya sudah melakukan MoU dengan Kementerian PUPR.

“Insya Allah akhir tahun ini Depok dibangunkan konstruksinya oleh mereka senilai Rp 70 miliar, dan di tahun 2024 proses pengolahan RDF nya sudah bisa berjalan,” ungkapnya.

Penggunaan RDF dapat mengurangi sampah sebanyak 300 ton per hari dari beban sampah. Namun diingatkan perlu kerja sama masyarakat juga dalam mengatasi sampah di Kota Depok.

“Semua ini tentu enggak bisa lepas dari dukungan dan kesadaran warga Depok secara keseluruhan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman mengatakan, tiga program yang akan dijalankan itu merupakan sebuah ikhtiar untuk menekan gunungan sampah di TPA Cipayung.

“Kita ketahui saat ini kondisi TPA Cipayung sudah overload, jadi harus ada inovasi yang kami lakukan untuk mengurangi beban di TPA,” kata pria yang akrab disapa Abra.

Penulis : M.Yadi
Editor : Nur Komalasari

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *