Indonesiadaily.net – Sekolah Nasional Tunas Global mengadakan pelatihan untuk kepala sekolah dan guru dari unit KB-TK Nasional Plus (NP) Tunas Global. Kegiatan tersebut diselenggarakan selama lima hari, yakni dari 3 – 7 Juli 2023.
Wakil Kepala Bidang Pendidikan di Sekolah Nasional Tunas Global, Saanih mengatakan, dunia pendidikan selalu bersifat dinamis. Karena pendidikan selalu mengikuti perkembangan zaman. Jadi, perlu ada pembaharuan tentang model belajar yang diterapkan oleh guru.
“Dengan sering mengikuti pelatihan, maka guru akan menjadi tahu tentang metode pendidikan apa yang tepat digunakan sekarang ini dalam mengajar siswa,” katanya.
Saanih menjelaskan, yang menjadi titik fokus dalam pelatihan tersebut adalah tentang peningkatan kompetensi pendidik. Oleh karena itu, ada beberapa materi yang disampaikan berkaitan dengan hal tersebut.
Pertama adalah tentang etos dan etika sebagai guru. Karena, profesi guru adalah sesuatu yang terus melekat dimana dan kapan saja. Oleh karena itu, etos dan etika sebagai guru tidak hanya saat berada di dalam kelas saja saat mengajar, tetapi juga harus dijaga saat berada di luar kelas. Etos adalah bagaimana disiplin dengan waktu dan bertanggungjawab, sedangkan etika tentang bagaimana bersikap, bericara, tingkah laku, dan perbuatan.
“Apalagi, sekarang ini dalam Kurikulum Merdeka belajar bisa dimana saja dan kapan saja. Dengan semakin luasnya media pembelajaran. Jadi, seseorang harus bisa bersikap menjadi guru dimana saja dan kapan saja. Siap memberikan pembelajaran dan pembinaan,” jelasnya.
Lalu ada juga materi tentang pembelajaran Model Sentra dengan media Loosepart, yakni konsep merdeka belajar di dalam pemahaman Kurikulum Merdeka. Saanih menjelaskan, model pembalajaran sentra adalah pendekatan pembelajaran yang dalam proses pembelajarannya dilakukan di dalam ‘lingkaran’ (circle times) dan sentra bermain. Lingkaran adalah saat di mana pendidik duduk bersama anak dengan posisi melingkar untuk memberikan pijakan kepada anak yang dilakukan sebelum dan sesudah bermain.
Sentra adalah zona atau arena bermain anak yang dilengkap dengan seperangkat alat bermain yang berfungsi sebagai pijakan lingkaran yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak didik dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang.
“Model pembelajaran sentra di KB-TK Sekolah Nasional Tunas global menggunakan media loosepart, yakni menggunakan bahan ajar yang berasal dari bahan bekas yang mudah dipindahkan, dimanipulasi dan cara penggunaannya ditentukan oleh anak,” katanya.
Selain itu, ada juga materi tentang bagaimana membuat peta konsep dan rencana proses pembelajaran (RPP). Ada juga tentang bagaimana guru memahami profil pancasila. Dimana ada enam dimensi dalam Profil Pelajar Pancasila. Diantaranya beriman bertakwa dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif.
“Semoga dengan pelatihan ini, bisa meningkatkan kompetensi pendidik terkait Kurikulum Merdeka, implementasi dengan konsep Merdeka Belajar dan merdeka mengajar, dan memahami Profil Pancasila,” tuturnya. (*)






