Indonesiadaily.net – Anak sering mengalami sakit menjadi perhatian serius bagi orang tua. Mulai dari demam, hingga penyakit yang sering menyerang mereka, yaitu batuk dan pilek.
Penyakit yang sering menyerang anak, terutama pada bayi dan balita merupakan tanda jika daya tahan tubuh anak belum terbentuk secara optimal.
Melansir dari Hellosehat, seberapa kuat pertahanan tubuh atau daya tahan tubuh seseorang terhadap serangan ini bisa ditentukan oleh banyak faktor. Mulai dari status gizi, lingkungan, atau adanya penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi sistem imun. Tak hanya itu, perubahan cuaca ekstrem juga memengaruhi sistem pertahanan tubuh.
Seperti yang terjadi sekarang ini, cuaca cepat sekali berubah-ubah. Siang hari panas sekali, sorenya mendadak bisa hujan deras. Perubahan suhu panas dingin yang tidak menentu ini nyatanya juga bisa membuat tubuh si kecil jadi “kewalahan”.
Akibatnya, tubuh anak merespon dengan memunculkan demam maupun gejala lain yang membuat tubuh mereka tidak bisa mengatasinya dengan baik. Nah, inilah yang membuat anak sering sakit.
Waktu yang tepat untuk periksa ke dokter
Sebagai orang tua, Anda mungkin agak bingung membedakan demam biasa atau karena kondisi medis yang serius.
Satu hal yang perlu Anda ingat ketika anak demam, pastikan kalau si kecil masih mau untuk makan dan minum seperti biasa. Selama anak masih aktif, ceria, dan mau makan minum, Anda sebenarnya tidak perlu ke dokter.
Sementara jika kondisi anak tak juga membaik selama 3 hari, maka segeralah berkonsultasi ke dokter. Namun, segera ke dokter tanpa menunggu tiga hari jika si kecil mengalami:
Demam tinggi lebih dari 40 derajat Celcius
Terlihat lemah dan tidak bertenaga
Pucat pasi
Susah makan atau minum
Gelisah dan rewel
Mengalami penurunan kesadaran
Perawatan rumahan untuk menurunkan demam anak
flu singapura adalah, flu singapura pada anak, ciri-ciri flu singapura, gejala flu singapura, obat flu singapura, flu singapura pada bayi, flu singapura
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, demam merupakan salah satu keluhan paling sering yang dialami anak-anak. Sebelum berkonsultasi ke dokter, saya sarankan untuk melakukan beberapa hal ini supaya demam anak turun.
1. Ukur suhu tubuh pakai termometer
Hal pertama yang bisa Anda lakukan di rumah ketika anak demam adalah mengukur suhu badannya dengan termometer. Ingat, termometer, ya, bukan ‘TANGAN-METER’ alias mengira-ngira suhu dengan sentuhan tangan.
2. Banyak minum air
Jika setelah diukur suhu tubuh anak di atas 37.5 derajat Celcius, maka segera beri minum yang banyak. Intinya, pastikan kalau anak mendapatkan asupan cairan yang cukup, jangan sampai ia mengalami dehidrasi karena hal tersebut justru akan memperparah kondisinya.
3. Gunakan pakaian yang tepat
Hindari memakaikan pakaian yang terlalu tebal pada anak. Pasalnya, pakaian yang terlalu tebal justru dapat mencegah panas tubuh anak keluar, sehingga demam anak bisa lebih tinggi. Sebaiknya, gunakan pakaian yang lebih tipis karena dapat membantu panas dari dalam tubuh keluar lebih mudah.
4. Atur suhu ruang
Biarkan anak beristirahat di ruangan yang bersuhu nyaman, tidak terlalu panas maupun dingin.
5. Kompres air hangat
Anda juga bisa melakukan kompres air hangat untuk membantu menurunkan demam anak. Kompres air hangat di seluruh lipatan dan permukaan badan anak.
6. Minum obat-obatan
Jika anak mengalami demam atau pusing, Anda bisa memberi Paracetamol atau minum obat bebas yang banyak dijual di apotek atau toko obat terdekat. Anda juga bisa memberikan balsam khusus anak serta obat semprot/tetes hidung untuk membantu melegakan napas mereka bila ada gejala batuk pilek.
Akan tetapi, baca dengan teliti petunjuk pemakaian obat yang ada di label kemasan sebelum memberikannya untuk anak sesuai dengan gejala yang ada.
Jika berbagai cara di atas tidak juga membuat kondisi anak membaik atau justru semakin memburuk, segera bawa anak ke dokter.(*)
Editor: Nur Komalasari






