Kandungan Gula Tinggi, Susu Cokelat Baik kah Untuk Kesehatan?

Susu cokelat.(istimewa/indonesiadaily.net

 

Indonesiadaily.net – Susu cokelat banyak digemari karena rasanya yang lezat. Di samping itu, susu cokelat disebut bermanfaat untuk kesehatan, salah satunya untuk pemulihan setelah olahraga. Namun, apakah kandungan gula tinggi pada susu cokelat tersebut baik untuk kesehatan? Ini penjelasannya.

Bacaan Lainnya

Kandungan gula tinggi dalam susu cokelat di kalangan anak-anak pun harus dipantau karena konsumsi yang terlalu banyak dapat menyebabkan obesitas, gigi berlubang, dan masalah kesehatan lainnya. Berikut adalah beberapa manfaat minum susu cokelat untuk kesehatan:

1. Mendukung kesehatan jantung

Susu cokelat kaya akan kalsium, mineral utama yang ada di tulang. Kalsium dalam susu mudah diserap. Menurut peneliti, ini mungkin menjadi alasan utama mengapa susu secara dikaitkan dengan perkembangan tulang yang kuat pada anak-anak dan remaja. Susu juga kaya akan protein, fosfor, dan vitamin D, yang semuanya merupakan nutrisi tambahan yang penting untuk membangun dan memelihara tulang serta gigi yang kuat.

Kandungan tersebut mungkin menjelaskan mengapa banyak penelitian mengaitkan konsumsi susu dengan risiko patah tulang dan penyakit tulang yang lebih rendah, seperti osteoporosis, terutama pada orang lanjut usia (lansia).

2. Membantu pemulihan setelah olahraga

Susu coklat dapat membantu otot cepat pulih setelah olahraga yang melelahkan. Ini karena minuman yang kaya karbohidrat dan protein sangat efektif untuk mengisi kembali gula, cairan, dan elektrolit yang hilang selama berolahraga.

Namun, sebagian besar penelitian tentang manfaat ini menunjukkan bahwa manfaat pemulihan dirasakan oleh atlet yang olahraganya lebih intens dan lebih sering. Oleh sebab itu, tidak jelas sejauh mana orang yang bukan atlet mendapat manfaat dari minum susu cokelat untuk pemulihan otot.

Namun terlalu sering minum susu cokelat mungkin memiliki beberapa efek negatif. Pasalnya, susu cokelat mengandung asupan gula yang cukup tinggi.

Biasanya, sekitar setengah dari karbohidrat yang ditemukan dalam susu cokelat berasal dari tambahan gula. Beberapa merek menggunakan sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS), sejenis pemanis yang dikaitkan dengan obesitas dan diabetes.

Satu cangkir (240 ml) susu cokelat biasanya mengandung 11–17 gram gula tambahan atau sekitar 3–4 sendok teh. Jumlah itu sudah mencapai sepertiga dari rata-rata batas konsumsi gula untuk pria dan lebih dari separuh batas konsumsi gula untuk wanita dan anak-anak.

Asupan gula tambahan yang berlebihan dikaitkan dengan penambahan berat badan dan risiko kondisi kronis yang lebih tinggi, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan bahkan jenis kanker tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 17–21% kalori dari tambahan gula dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 38%, dibandingkan dengan mengonsumsi kurang dari 8% kalori dari tambahan gula.(*)

 

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *